Dark/Light Mode

Sinyal Iklim Pasar Modal RI Kian Kondusif

2 Perusahaan Jumbo Akan Melantai Di BEI

Selasa, 6 Januari 2026 06:30 WIB
Direktur Utama BEI Iman Rachman (tengah). (Foto: M Qori Halianad/RM)
Direktur Utama BEI Iman Rachman (tengah). (Foto: M Qori Halianad/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Iklim pasar modal di Indonesia kian kondusif. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat enam perusahaan tengah bersiap melantai di bursa melalui Initial Public Offering (IPO), termasuk dua emiten lighthouse berkapitalisasi besar dari sektor infrastruktur dan tambang.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Gede Yetna menjelaskan, dari enam perusahaan tersebut, di antaranya ada perusahan lighthouse, yakni emiten dengan kapitalisasi pasar minimal Rp 3 triliun dan free float minimal 15 persen). 

“Lighthouse ada dua, yakni dari sektor infrastruktur dan mining (tambang),” ujar Nyoman di Jakarta, Selasa (30/12/2025). 

Baca juga : Jakarta Dituntut Ketat Dan Efisien Kelola Anggaran

Nyoman menekankan, pada intinya BEI terbuka terhadap rencana IPO dari perusahaan-perusahaan berbagai sektor, mulai dari sektor industri hingga keuangan. 

Kembangkan Pasar Modal 

Terpisah, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, sejauh ini belum ada BUMN yang tengah menjalani proses IPO. 

Menurut Iman, IPO BUMN tergantung dari kesiapan perusahaan dan anak usahanya. Bursa dalam hal ini terus mendukung dan melakukan edukasi terkait IPO. 

Baca juga : Inter Akhiri Kutukan Bologna

“Upaya itu diharapkan bisa meningkatkan kesiapan perusahaan BUMN dan anak usahanya untuk masuk ke pasar modal,” kata Iman dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026). 

Sebagai informasi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) merupakan BUMN terakhir yang melakukan IPO pada 2023. 

Lebih lanjut Iman menjelaskan, BEI telah menyiapkan masterplan pengembangan pasar modal 2026-2030 untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan dan meningkatkan daya saing global. 

Baca juga : Malaysia Open 2026, Perang Saudara Di Ganda Putra

Dalam peta jalan tersebut, BEI menetapkan tujuan besar pada 2030, yakni membangun pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, serta tumbuh secara global. 

“Target ambisius ini didukung oleh penguatan infrastruktur pasar, peningkatan kualitas emiten dan investor, serta perluasan partisipasi publik,” kata Iman. 

Dia menambahkan, BEI juga mendorong inovasi produk dan pendalaman pasar agar pasar modal tidak hanya tumbuh dari sisi nilai, tetapi juga berperan lebih besar dalam pembiayaan jangka panjang ekonomi nasional. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.