BREAKING NEWS
 

Terharu Saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat, Mensos Menangis di Hadapan Prabowo

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 13 Januari 2026 08:16 WIB
Mensos Saifullah Yusuf menangis saat menyampaikan laporan pembangunan Sekolah Rakyat di hadapan Presiden Prabowo Subianto, di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Suasana haru mewarnai peresmian 166 Sekolah Rakyat yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menangis saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo tiba di SRT 9 pukul 11.20 WITA. Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih mendampingi. Di antaranya Mensos Saifullah Yusuf, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kedatangan Prabowo dan rombongan disambut nyanyian dan yel-yel dari siswa-siswi SRT 9 yang mengenakan seragam Sekolah Rakyat lengkap. Para pelajar berbaris rapi dan menyuarakan harapan mereka kepada Prabowo. 

“Terima kasih Bapak. Karena cinta Bapak, Sekolah Rakyat ada. Kami janji giat belajar untuk meneruskan perjuangan mulia,” kata para siswa, kompak.

Prabowo membalas sapaan para siswa dengan senyum dan lambaian tangan. Kepala Negara juga beberapa kali berhenti untuk menyapa siswa. Bahkan, membetulkan posisi seragam dan dasi anak-anak yang sedang berbaris.

Baca juga : Kabar dari Lokasi Bencana Semakin Menggembirakan

Sebelum melakukan peresmian, Prabowo meninjau sejumlah fasilitas sekolah. Mulai dari melihat ruang kelas dan mengamati langsung proses belajar-mengajar yang sedang berlangsung, meninjau ruang komputer yang telah dilengkapi sistem pembelajaran berbasis digital, perpustakaan sekolah, laboratorium IPA, menuju teater mini, dan diakhiri menyaksikan senam sehat seraya meninjau area asrama dan ruang makan siswa.

Setelah peninjauan, Prabowo dan rombongan lokasi utama peresmian. Acara diawali dengan laporan Mensos. Di momen itu, air mata Mensos tumpah. Dengan suara bergetar, Mensos menegaskan bahwa Sekolah Rakyat harus dicatat sebagai tonggak sejarah bangsa Indonesia.

“Saya anggap sejarah, bismillahirrahmanirrahim, kami ingin memastikan gagasan ini dikenang sebagai peristiwa sejarah,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Adsense

Mensos menegaskan, beroperasinya Sekolah Rakyat di 166 titik di seluruh Indonesia bukan sekadar capaian angka, melainkan perubahan arah masa depan bangsa. Jika sebelumnya harapan hanya menjadi cerita masa lalu, di era pemerintahan Prabowo, harapan itu disiapkan sebagai warisan masa depan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ketika Mensos menyebut nama Prabowo, suaranya semakin bergetar. Air mata tak lagi bisa disembunyikan. Di hadapan ribuan pasang mata yang memandanginya, kata-kata dengan suara lirih meluncur dari hati yang penuh keyakinan.

Baca juga : Hari Ini Kembali Luncurkan Sekolah Rakyat, Prabowo Fokus Benahi Sumber Daya Manusia

“Kelak ketika anak-anak di tepian sungai, lereng bukit, dan sudut-sudut negeri berdiri sejajar di tengah bangsa ini, orang akan berkata pelan, ‘Di masa itu pernah ada seorang Presiden yang menanam harapan dan menamainya Sekolah Rakyat’. Presiden itu adalah Jenderal TNI Purnawirawan Prabowo Subianto,” ujar Mensos, sembari tersedu.

Momen itu tak berhenti di podium. Mensos turun dari panggung dan menghampiri Presiden Prabowo yang langsung berdiri dari kursinya. Tanpa kata, keduanya berpelukan, sebuah gestur sederhana yang sarat akan makna tentang masa depan anak bangsa.

Presiden kemudian menepuk pundak Mensos, seolah menyampaikan terima kasih dan dorongan semangat atas kerja besar yang diemban Kementerian Sosial dalam mengawal program Sekolah Rakyat. Mensos lalu mengambil sehelai tisu di meja untuk menyeka air mata yang keluar, lalu kembali duduk di samping Presiden.

Sebagai acara puncak, Prabowo naik ke podium dan menyampaikan pidato. Prabowo menegaskan komitmen Pemerintah untuk memperluas program Sekolah Rakyat. Tujuannya untuk memutus mata rantai kemiskinan.

“Saat ini sudah berjalan 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dengan lebih dari 15 ribu siswa. Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029,” ucapnya.

Baca juga : Permudah Rehabilitasi Pascabencana: Uangnya Cair Duluan, Administrasi Belakangan

Prabowo ingin, setiap Sekolah Rakyat bisa menampung 1.000 siswa. Maka, total siswa Sekolah Rakyat bakal mencapai 500.000 orang. "Saya dilaporkan mungkin akhir tahun ini akan mencapai 30.000 (siswa),” imbuhnya. 

Selanjutnya, Prabowo mengapresiasi kinerja Mensos dan menteri terkait yang bekerja keras merealisasikan program Sekolah Rakyat. Prabowo optimistis, kehadiran Sekolah Rakyat bisa mengubah nasib masyarakat kecil di desil 1 dan desil 2.

“Cita-cita saya, di akhir masa jabatan saya tahun 2029, mereka yang berada di kemiskinan ekstrem, desil 1 dan 2, bisa kita ubah nasibnya. Kita bisa hilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Saya percaya itu bisa terjadi,” ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense