BREAKING NEWS
 

10 Indikator Kelancaran Nataru 2025/2026, Salah Satunya Angka Kecelakaan Turun

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 21 Januari 2026 07:10 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengucap syukur atas lancarnya penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru 2025/2026).

"Alhamdulillah, dapat kami sampaikan, secara umum Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan dengan lancar, aman, dan selamat," kata Dudy dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

"Karena itu, saya mewakili Kementerian Perhubungan, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja sama, kolaborasi, dan keterlibatan berbagai pihak yang telah terjalin dengan baik dan harmonis selama penyelenggaraan angkutan Nataru 2025-2026," imbuhnya.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengapresiasi pelaksanaan Nataru 2025/2026 yang ditandai oleh penurunan jumlah korban meninggal dunia sebesar 27,12 persen dan susutnya angka kecelakaan sebesar 7,20 persen.

"Penurunan angka kecelakaan ini memberikan gambaran bahwa hasil dari Raker RDP Komisi V DPR tentang persiapan penyelenggaraan Nataru pada tanggal 8 Desember 2025 membuahkan hasil yang baik," tutur Lasarus.

Baca juga : Demokrat Gelar Natal Nasional 2025, Doakan Keselamatan Bangsa Indonesia

Berikut 10 indikator yang menunjukkan Nataru 2025/2026 terlaksana dengan lancar:

1. Tingkat Kepuasan Publik Tinggi 

Survei Pustral UGM menunjukkan 90,9 responden memberikan penilaian positif terhadap layanan transportasi selama Nataru 2025/2026, dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 87,43/100 (kategori sangat puas).

Ini mencerminkan keberhasilan keseluruhan pengelolaan angkutan dan layanan transportasi publik serta darat, laut, udara, dan penyeberangan.

2. Stimulus Tarif Transportasi

Adsense

Presiden Prabowo memerintahkan pemberlakuan stimulus tarif transportasi selama Nataru, termasuk diskon tarif tol.

3. Sistem Pengaturan Lalu Lintas yang Efektif

Dalam konteks ini, rekayasa lalu lintas situasional seperti one way dan contra flow diterapkan sesuai kebutuhan untuk mengurai kemacetan. Begitu juga pembatasan truk sumbu besar selama periode Nataru.

Baca juga : TVRI Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026, DPR Minta Layanan Kelas Dunia

Penerapan ini membantu arus mudik maupun arus balik terkendali tanpa lonjakan parah. 

4. Pembatasan Operasional Truk 

Pembatasan angkutan barang/truk sumbu tiga diberlakukan secara tegas selama 19 Des 2025–4 Jan 2026, baik di tol maupun jalan arteri, untuk mengurangi hambatan arus kendaraan liburan.

Kebijakan ini ditindaklanjuti dengan sanksi dan pengawasan bersama Korlantas untuk memastikan kepatuhan.

5. Kolaborasi & Pelibatan Stakeholder

Sinergi antara Kemenhub, Polri (Korlantas), Jasa Marga, ASDP, Pelni, KAI, InJourney, Jasa Raharja, TNI, Pemerintah Daerah, dan operator transportasi menciptakan koordinasi yang kuat untuk pengaturan arus, keamanan, dan layanan.

6. Kesiapan Armada & Infrastruktur  

Pemerintah menyiapkan ribuan armada transportasi (lebih dari 35 ribu unit) dari berbagai moda (darat, laut, udara, kereta, dan penyeberangan) untuk mengakomodasi lonjakan kebutuhan perjalanan.

7. Penurunan Angka Kecelakaan & Fatalitas 

Baca juga : 10 Hal Penting Terkait TKA SMA-SMK 2025, Salah Satunya Bisa Untuk SNBP 2026

Penurunan angka kecelakaan dan fatalitas mencapai lebih dari 27 persen dibanding periode Nataru sebelumnya.

8. Dampak Ekonomi & Distribusi Arus 

Survei juga mencatat, pergerakan orang selama Nataru memberikan dampak ekonomi signifikan (sekitar Rp 40,29 triliun). Ini menandakan mobilitas terjaga dan kegiatan ekonomi tetap berjalan.

10. Kebijakan Mudik Gratis 

Program mudik gratis dan imbauan kelola perjalanan turut meringankan penggunaan kendaraan pribadi, mendukung penggunaan angkutan umum yang teratur (berdasarkan rekam pengalaman Nataru sebelumnya).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense