Sebelumnya
“Keterampilan digital harus berjalan seiring dengan kemampuan manusia seperti berpikir kritis, adaptasi, dan kolaborasi,” imbuhnya.
Sebelum terbang ke Davos, Meutya menekankan bahwa kedaulatan digital bangsa harus didasari oleh tata kelola dalam negeri yang sangat solid. Dia menganggap momentum ini sebagai bukti keseriusan Pemerintah dalam memperluas akses inovasi demi menggerakkan roda ekonomi digital nasional.
Dia menilai, kesuksesan ekonomi digital tidak cuma urusan modal besar tapi soal kepercayaan masyarakat pada keamanan sistem yang dibangun.
Baca juga : RUU Propaganda Asing Tidak Bungkam Kritik
Dia menekankan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi digital dan menumbuhkan inovasi teknologi demi pemberdayaan manusia yang lebih bermakna.
“Sebagaimana disampaikan Bapak Presiden, teknologi harus memberdayakan manusia. Teknologi adalah bahan bakar inovasi,” tukas Meutya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto memberikan proyeksi yang sangat cerah mengenai dampak nyata dari kesepakatan digital ini.
Baca juga : Uang 2,6 Miliar Diikat Karet, Disimpan Di Dalam Karung
Airlangga menekankan, implementasi kerja sama digital akan melipatgandakan nilai ekonomi kawasan Asia Tenggara secara luar biasa.
“Dengan implementasi Digital Economy Framework Agreement (DEFA) itu besarnya bisa menjadi 2 triliun dolar AS,” ujar Airlangga.
Mantan Menteri Perindustrian ini memastikan, Indonesia mendorong negosiasi dan harmonisasi regulasi digital agar berjalan tepat waktu. Dia meyakini 2026 menjadi titik balik ekonomi digital kawasan.
Baca juga : OSO Ajak Kader Kolaborasi Demi Pembangunan Daerah
“Kami yakin DEFA dapat diimplementasikan efektif mulai 2026,” tuturnya. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Kamis, 22 Januari 2026 dengan judul "Bicara QRIS Dan DEFA Di WEF Davos Menkomdigi: Integrasi Digital Dongkrak Daya Saing ASEAN"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.