RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian (PVTPP Kementan) mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas serta Soft Launching aplikasi Siperintis. Langkah ini dilakukan untuk menegaskan kembali komitmen PVTPP dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Pada kesempatan ini, Sekretaris Jenderal Kementan Suwandi mengatakan bahwa deklarasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah praktik korupsi, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
"Kegiatan ini langkah strategis yang menunjukkan komitmen tinggi kita untuk mewujudkan perilaku yang menjauhi korupsi. Integritas harus diterapkan tidak hanya di kantor, tetapi juga di rumah,” ujar Suwandi, Jumat (22/1/2026).
Ia menekankan, sebagai abdi negara dan abdi rakyat, seluruh pegawai Kementan wajib menjalankan amanah secara tegak lurus serta memberikan pelayanan prima yang berlandaskan nilai-nilai ber-AKHLAK.
Baca juga : UP Wisuda 1.465 Lulusan, Mantapkan Integritas Menuju Indonesia Emas
Menurut Suwandi, penerapan sistem digital seperti aplikasi Siperintis menjadi bagian penting dalam membangun sistem kerja yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien, khususnya di tengah bertambahnya jumlah personel pegawai Kementan seiring bergabungnya tenaga penyuluh.
“Memang tidak mudah, tetapi dengan diluncurkannya Siperintis, beban kerja akan semakin ringan dan sistem pengumpulan data menjadi lebih baik dalam kerangka besar teknologi informasi,” katanya.
Suwandi berharap, Pusat PVTPP menjadi role model bagi unit kerja lain di lingkungan Kementan dalam membangun layanan publik yang terintegrasi dan profesional. “Saya menaruh harapan agar apa yang dikakukan ini menjadi contoh nyata bagi pelayanan di unit lain," harapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati menjelaskan, deklarasi Pembangunan Zona Integritas ini merupakan yang keempat kalinya sejak dilaksanakan pada tahun 2023 sebagai bentuk konsistensi PVTPP dalam mewujudkan WBK.
Baca juga : BNI Luncurkan ESG Advisory Playbook Pertama di Indonesia
“Pada tahun ini, kami mohon doa dan dukungan agar PVTPP dapat mengikuti ajang WBK nasional yang akan dibimbing langsung oleh Inspektorat Jenderal Kementan,” ungkap Leli.
Ia menegaskan, integritas merupakan modal utama dalam memberikan layanan yang kredibel kepada masyarakat. Melalui aplikasi Siperintis (Sistem Pelayanan Perlindungan Varietas dan Perizinan Pertanian Terintegrasi), PVTPP berupaya memperkuat pencegahan korupsi dengan sistem pelayanan berbasis digital yang transparan.
“Siperintis tidak hanya memberikan layanan secara online, tetapi juga membuka ruang pengawasan publik terhadap kinerja petugas kami. Sistem ini mampu menghemat waktu dan memiliki fitur-fitur pencegahan korupsi,” jelasnya.
Leli berharap capaian yang telah diraih PVTPP dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus memperkuat budaya integritas dan komitmen anti korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian.
Baca juga : Di Panggung Internasional, Guru Maluku Suarakan Perdamaian
“Apa yang kita lakukan harus ditingkatkan demi pelayanan yang lebih baik dan berintegritas,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.