RM.id Rakyat Merdeka - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 menunjukkan karakter sosial dan literasi murid SMA/SMK dan sederajat di Indonesia berkembang cukup kuat.
Capaian tersebut terutama terlihat pada mata pelajaran berbasis literasi dan nilai sosial, meski penguatan di bidang numerasi dan pengolahan data masih menjadi tantangan.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) BSKAP Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan bahwa berdasarkan data nasional dari 3.466.018 peserta didik di 43.461 sekolah, murid menunjukkan kemampuan yang baik dalam pemahaman tekstual, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, serta mata pelajaran pilihan seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Antropologi, dan Geografi.
“Murid mampu memahami penggunaan kosakata, termasuk kata serapan dari bahasa daerah maupun asing, mengidentifikasi latar, karakter, dan fenomena dalam teks fiksi maupun nonfiksi, serta menyusun kerangka atau bagan berdasarkan struktur teks,” ujar Rahmawati, Selasa (3/2/2026).
Selain itu, murid dinilai cukup mampu menjelaskan hubungan makna antarkalimat atau paragraf dalam teks, serta memprediksi lanjutan atau akhir cerita berdasarkan bagian tertentu.
Secara nasional, capaian kompetensi menunjukkan pemahaman tekstual sebesar 49,21 persen, pemahaman inferensial 43,21 persen, serta evaluasi dan apresiasi 45,32 persen.
Baca juga : Inisiasi Gerakan Bakti Sosial, Nixon & Matthew Gandeng UMKM
Untuk mata pelajaran pilihan PPKn yang diikuti oleh 1.087.283 peserta dari 30.745 sekolah, nilai rata-rata nasional tercatat sebesar 60,91.
Sebanyak 10 persen murid berada pada kategori nilai istimewa, 15 persen kategori baik, 30,9 persen kategori memadai, dan 44,1 persen kategori kurang.
Capaian serupa juga terlihat pada mata pelajaran Antropologi yang diikuti oleh 24.949 peserta dari 4.175 sekolah, dengan nilai rata-rata nasional sebesar 60,91 dan distribusi kategori nilai yang relatif sebanding.
Sementara itu, pada kelompok mata pelajaran pilihan, nilai rata-rata tertinggi secara nasional tercatat pada mata pelajaran Antropologi sebesar 70,43 dan Geografi sebesar 70,36. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat capaian tertinggi untuk kedua mata pelajaran tersebut, dengan nilai rata-rata Antropologi sebesar 77,96 dan Geografi sebesar 77,25.
“Capaian ini menunjukkan kekuatan murid Indonesia pada aspek karakter sosial dan literasi,” jelas Rahmawati.
Di sisi lain, hasil TKA pada mata pelajaran Matematika yang diikuti oleh 3.464.569 peserta dari 43.461 sekolah menunjukkan bahwa murid relatif lebih memahami materi bilangan.
Baca juga : Thailand Masters 2026, Tunggal Putra Indonesia Jegal Pemain Unggulan
Murid mampu menentukan gabungan atau irisan beberapa himpunan bilangan, menyederhanakan bilangan berpangkat bulat maupun pecahan, serta menerapkan sifat operasi hitung bilangan asli dalam konteks permasalahan matematika yang lebih kompleks.
Capaian kompetensi Matematika secara nasional tercatat sebesar 30,9 persen pada materi bilangan, 28,40 persen pada aljabar, serta 30,41 persen pada geometri dan pengukuran.
Namun demikian, murid masih memerlukan penguatan pada materi data dan peluang. Hal ini terlihat dari capaian kompetensi menginterpretasi data dalam diagram garis serta penerapan konsep peluang kejadian majemuk dalam konteks kehidupan sehari-hari yang baru mencapai 25,12 persen.
Sementara itu, pada mata pelajaran Bahasa Inggris yang diikuti oleh 3.462.201 peserta dari 43.461 sekolah, murid menunjukkan pemahaman yang cukup baik pada aspek pemahaman tekstual.
Murid mampu memahami informasi eksplisit, mengelompokkan, menyusun ulang, serta menyajikan kembali informasi dari teks.
Capaian pemahaman tekstual Bahasa Inggris tercatat sebesar 32,77 persen dan pemahaman inferensial 28,53 persen.
Baca juga : Hasil Revitalisasi dan USB Sekolah Diresmikan, PP Persis Apresiasi Prabowo
Adapun tantangan masih terlihat pada aspek evaluasi dan apresiasi, seperti kemampuan membuat penilaian terhadap ide, menanggapi teks secara emosional dan estetis, serta mempertimbangkan dampak penggunaan bahasa terhadap perasaan dan imajinasi pembaca.
Secara nasional, capaian evaluasi dan apresiasi Bahasa Inggris berada pada angka 17,43 persen.
Rahmawati menegaskan bahwa hasil TKA memberikan gambaran menyeluruh mengenai kekuatan dan area penguatan pembelajaran murid Indonesia.
“Karakter sosial dan literasi murid telah berkembang dengan baik. Penguatan pembelajaran STEM, khususnya numerasi, pengolahan data, dan pemecahan masalah, menjadi langkah lanjutan agar capaian tersebut lebih seimbang dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai informasi, selain capaian kompetensi, hasil TKA juga menunjukkan capaian nilai murid secara nasional. Untuk mata pelajaran wajib jenjang SMA/SMK sederajat, Bahasa Indonesia mencatat nilai rata-rata nasional sebesar 55,38, Matematika 36,10, dan Bahasa Inggris 24,93.
Untuk mendukung keterbukaan informasi, masyarakat dapat mengakses hasil nilai dan capaian kompetensi murid SMA/SMK dan sederajat melalui laman resmi: https://tka.kemendikdasmen.go.id/hasiltka/
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.