BREAKING NEWS
 

Siapkan Beras Nasional Untuk Jemaah Haji

Pemerintah Perkuat Keamanan Pangan

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Selasa, 10 Februari 2026 08:17 WIB
Foto: Rizki Syahputra/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus perkuat keamanan pangan. Setelah berhasil swasembada, beras Indonesia bersiap menembus Tanah Suci. Beras tersebut akan menjadi konsumsi jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Keputusan strategis ini terungkap rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang dipimpin Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan bersama kementerian dan lembaga terkait di kantornya di Jakarta, Senin (9/2/2026). Langkah ini sekaligus menegaskan penguatan keamanan pangan nasional, dari hulu hingga hilir, termasuk untuk melayani kebutuhan ibadah warga negara di luar negeri.

“Jadi jemaah haji 2026 bisa mengonsumsi beras Indonesia,” ujar Zulkifli Hasan saat konferensi pers.

Pria yang akrab disapa Zulhas itu menegaskan, kebijakan ekspor beras ke Arab Saudi baru bisa dilakukan karena Indonesia telah mencapai swasembada beras. Stok nasional dinilai aman dan mencukupi, bahkan berlebih.

“Insya Allah tahun ini stok beras Bulog akan lebih dari 4 juta ton. Kita sudah swasembada. Sudah seharusnya jemaah haji kita juga mengonsumsi beras dari negeri sendiri,” tegas Zulhas.

Baca juga : Kepuasan Terhadap Presiden 79,9 Persen

Ketua Umum PAN itu mengungkapkan, jemaah haji Indonesia lebih menyukai nasi yang pulen. Sedangkan yang dikonsumsi jemaah haji selama di Saudi biasanya beras jenis Basmati yang cenderung kering atau pera.

Diketahui, selama ini beras yang dikonsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi merupakan beras impor dari Vietnam dan Thailand. Perbedaan jenis dan karakter beras tersebut kerap memengaruhi selera makan jemaah.

Untuk tahap awal, Bulog akan melakukan ekspor perdana sebanyak 2.280 ton beras pada pekan ketiga Februari 2026. Jumlah itu diproyeksikan mencukupi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia.

Zulhas memastikan, beras yang diekspor merupakan beras kualitas premium. Tingkat pecahan (broken) hanya 5 persen, jauh lebih baik dibandingkan beras premium dalam negeri yang rata-rata memiliki pecahan 15 persen. “Ini premium number one,” tegas mantan Ketua MPR itu.

Adsense

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan, beras yang dikirim merupakan beras segar hasil pengolahan Gabah Kering Panen (GKP) baru. Setelah diproses, beras langsung dikirim ke Arab Saudi.

Baca juga : Peringatan BMKG: Jakarta di Level Waspada

Menurut Rizal, volume ekspor tersebut relatif kecil dibandingkan stok beras nasional yang saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton. Apalagi, sepanjang 2026 Bulog masih akan menyerap tambahan sekitar 4 juta ton setara beras dari dalam negeri.

“Kalau kesiapan, Bulog sangat siap. Bahkan kalau boleh berharap, minimal 500 ribu ton. Semakin besar, semakin bagus,” ujar Rizal.

Untuk mempermudah teknis distribusi, Bulog juga mengusulkan pembangunan gudang logistik di Arab Saudi. Selama ini, beras Bulog diserap oleh pengelola dapur yang memasak untuk jemaah haji.

“Kami sudah koordinasi agar disiapkan lahan di Kampung Haji. Jadi beras, daging, ikan dari Indonesia bisa disimpan di gudang Bulog di sana,” ungkapnya.

Rizal berharap, sepanjang Indonesia tetap swasembada pangan, ekspor beras ke Arab Saudi untuk jemaah haji bisa berkelanjutan. Baginya, kebijakan ini bukan semata soal ekonomi. “Ini bukan soal harga beras, tapi soal harga diri bangsa,” tegasnya.

Baca juga : Prabowo Gelorakan Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Di dalam negeri, Bulog akan memanfaatkan pabrik penggilingan milik PT Wilmar Padi Indonesia untuk memproduksi beras ekspor tersebut. Pabrik itu dipilih karena memiliki teknologi pengolahan beras yang canggih.

Rizal memastikan, Bulog telah mengantongi izin dari Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono untuk menggunakan fasilitas tersebut, meski statusnya saat ini merupakan barang bukti.

Rencana Pemerintah mengekspor beres ke Saudi untuk kebutuhan jemaah haji disambut positif politisi di Senayan DPR. Anggota Komisi IV DPR Ahmad Yohan mengapresiasi langkah Pemerintah yang dinilai sebagai buah nyata swasembada pangan.

“Kami bersyukur dan memberi apresiasi tinggi. Stok beras cukup untuk dalam negeri, bahkan bisa ekspor, apalagi untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji kita,” kata Yohan, saat dihubungi semalam.

Ia menegaskan, rencana ini harus dijalankan secara serius karena menyangkut pelayanan ibadah. Kualitas beras dan ketepatan distribusi menjadi kunci utama. “Kalau untuk kepentingan teknis perlu gudang penyimpanan di Saudi, silakan saja sepanjang sesuai aturan Indonesia dan Arab Saudi,” pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense