RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pengarahan kepada jajaran pimpinan TNI dalam acara Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2026 di GOR A. Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (10/02/2026).
Menhan Sjafrie menegaskan posisi vital TNI sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh sebab itu, mulai tahun 2026 pembangunan kekuatan TNI harus mengalami revitalisasi mendasar dan tidak boleh lagi melihat ke belakang. Kebijakan pertahanan harus adaptif terhadap tantangan zaman. Mulai dari kedaulatan ideologi, politik, hingga ekonomi.
Baca juga : TNI AD Siapkan Pasukan Perdamaian untuk Gaza, Fokus Kesehatan dan Zeni
"Kita harus menekankan revitalisasi dan melaksanakan revolusi terhadap pembangunan kekuatan Tentara Nasional Indonesia. Mulai tahun 2026 ini, sampai ke depan, kita harus terus bergerak maju," tegas Menhan Sjafrie dalam arahannya.
Menhan juga menyoroti pentingnya peran TNI dalam menjaga kekayaan sumber daya alam nasional sebagai bagian dari strategi pertahanan semesta. Menhan mengingatkan bahwa ancaman modern tidak hanya berupa perang fisik, tetapi juga upaya pihak asing yang menginginkan kekayaan alam Indonesia. Oleh karena itu, kesiapan TNI dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) adalah mutlak.
Baca juga : Raih Golden Leader 2026, Wamenhaj Dahnil Serukan Kebangkitan Intelektual
Menutup arahannya, Menhan Sjafrie mengapresiasi soliditas yang terbangun di tubuh TNI saat ini. Menurut Menhan, kekompakan dari unsur pimpinan hingga prajurit di lapangan adalah modal utama bangsa.
"Saya melihat bahwa TNI sekarang kompak, solid. Baik di antara satuan-satuan yang ada di lapangan sampai ke tingkat para kepala staf angkatan dan sampai kepada tingkat Panglima TNI. Tentunya ini sangat kita perlukan agar supaya tugas dan tanggung jawab negara bisa menjadi tantangan yang perlu dijawab oleh TNI," ungkap Menhan kepada awak media usai acara.
Baca juga : BRI Insurance Salurkan Bantuan Kemanusiaan Pasca Bencana di Aceh dan Medan
Turut dalam Rapim TNI ini Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, para Kepala Staf Angkatan, dan sekitar 500 Perwira Tinggi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.