BREAKING NEWS
 

Kementan Gerakkan Champion Tambah Pasokan Cabai Pasar Induk Kramat Jati

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 19 Februari 2026 09:33 WIB
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Agung Sunusi. Foto: Dok Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui jajaran teknisnya melaksanakan Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati atau PIKJ sebagai langkah intervensi harga agar kembali berada pada batas kewajaran.

Kenaikan harga cabai khususnya rawit merah dalam beberapa waktu terakhir dipicu meningkatnya permintaan pasar pada momentum konsumsi tinggi. Sementara sebagian sentra produksi mengalami jeda panen akibat cuaca dan banyaknya hari libur menjelang puasa. Lonjakan permintaan tersebut menyebabkan tekanan harga di tingkat grosir maupun eceran.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kementan bersama Bapanas dan instansi terkait yaitu Bareskrim serta dibantu oleh dinas daerah berkomitmen untuk mempercepat realisasi tambahan pasokan dari daerah sentra produksi yang tengah memasuki masa panen optimal.

Langkah ini dilakukan secara terukur berbasis neraca produksi nasional guna memastikan keseimbangan pasokan dan permintaan tetap terjaga.

Baca juga : Kementan Pastikan Stok Aneka Cabai Surplus Jelang Ramadan Dan Idul Fitri

Muhammad Taufiq Ratule selaku Direktur Jenderal Hortikultura menyampaikan, secara nasional ketersediaan cabai rawit merah dalam kondisi aman.

“Kenaikan harga saat ini lebih disebabkan oleh momentum peningkatan permintaan. Oleh karena itu, kita lakukan penambahan pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati agar harga kembali pada rentang kewajaran tanpa merugikan petani,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Adsense

Jangka waktu pelaksanaan mengikuti sampai dengan 30 hari ke depan atau sampai harga stabil.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Agung Sunusi menegaskan, intervensi dilakukan dengan menjaga keseimbangan kepentingan produsen dan konsumen.

Baca juga : Menkop Resmikan Torasera Jadi Pusat Distribusi Produk Kopdes Merah Putih

“Kita pastikan suplai dari sentra produksi ke PIKJ dapat dikawal semua pihak. Stabilitas harga harus memberikan margin yang adil bagi petani sekaligus tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.

Ardhy, Ketua Asosiasi Champion Cabai Nasional atau ACCI menyatakan kesiapan para champion cabai di berbagai daerah untuk mendukung langkah stabilisasi ini.

“Kami memastikan anggota ACCI siap memasok hasil panen ke Pasar Induk Kramat Jati. Prinsipnya, stok ada, produksi berjalan, dan kami berkomitmen menjaga harga tetap dalam koridor kewajaran,” ungkapnya.

Sebagai barometer harga hortikultura nasional, Pasar Induk Kramat Jati memiliki peran strategis dalam pembentukan harga di berbagai pasar turunan di wilayah Jabodetabek.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Kurir JNE

Dengan tambahan pasokan yang terjadwal dan terkoordinasi, diharapkan tekanan harga akibat lonjakan permintaan dapat segera mereda. Kementan akan terus melakukan pemantauan harian terhadap perkembangan harga dan arus distribusi cabai rawit merah, serta memperkuat koordinasi lintas daerah guna memastikan kelancaran pasokan.

Gerakan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga pangan strategis sekaligus melindungi kepentingan petani dan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense