Dark/Light Mode

Kementan Pastikan Stok Aneka Cabai Surplus Jelang Ramadan Dan Idul Fitri

Selasa, 17 Februari 2026 14:25 WIB
Cabai siap panen. Foto: Kementan
Cabai siap panen. Foto: Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menegaskan bahwa ketersediaan aneka cabai nasional dalam kondisi aman dan surplus menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepastian ini merupakan hasil penguatan produksi nasional, pemantauan intensif di sentra-sentra utama, serta sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis.

Pada periode Februari–Maret 2026, produksi cabai nasional ditopang oleh luas panen puluhan ribu hektare yang tersebar di berbagai wilayah sentra produksi, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.

Sentra utama meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Barat, dengan pola panen berlangsung bertahap dan berkelanjutan.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional, ketersediaan cabai berada dalam posisi surplus. Untuk komoditas cabai rawit, surplus tercatat sekitar 54 ribu ton pada Februari 2026 dan meningkat menjadi 99 ribu ton pada Maret 2026.

Baca juga : Bojan Hodak Pastikan Persib Siap Bangkit Jelang Leg Kedua Lawan Ratchaburi FC

Sementara itu, cabai besar juga mencatat surplus masing-masing 14 ribu ton pada Februari dan 11 ribu ton pada Maret 2026. Kondisi ini mencerminkan ketahanan pasokan nasional yang cukup kuat dalam menghadapi peningkatan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Muhammad Taufiq Ratule selaku Direktur Jenderal Hortikultura menegaskan bahwa pemerintah hadir secara aktif dalam memastikan ketersediaan pangan strategis bagi masyarakat.

“Pemerintah memastikan produksi dan pasokan cabai nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali. Melalui penguatan produksi, kelancaran distribusi, serta pengawalan harga, kami menjamin kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi dengan baik,” tegasnya dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura juga melakukan pemantauan langsung di lapangan. Muh. Agung Sunusi selaku Direktur Sayuran dan Tanaman Obat melaporkan bahwa hasil kunjungan lapangan di sentra utama, khususnya Garut, Sumedang, Bandung, Semarang, Sukabumi serta Lombok Timur, menunjukkan bahwa pertanaman cabai secara umum tumbuh sehat dan panen tetap berlangsung meskipun menghadapi tantangan anomali iklim dan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

“Stok cabai di sentra utama terpantau aman dan produksi terus berjalan. Pemerintah memastikan tidak ada gangguan signifikan terhadap pasokan hingga Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Diskon Tarif Transportasi Dan Bansos

Sebagai langkah antisipatif dan tindak lanjut kesiapan Ramadhan, Kementerian Pertanian telah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah sentra, Badan Pangan Nasional, asosiasi petani, serta champion cabai.

Koordinasi difokuskan pada penguatan produksi, kelancaran distribusi antarwilayah, serta sosialisasi Harga Acuan Produsen (HAP) sebagai instrumen stabilisasi harga.

Sebagai bentuk aksi nyata di lapangan, para champion cabai dan mitra yg bernaung di Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) telah berkomitmen melaksanakan gelar pasar cabai dengan harga jauh lebih murah dari tingkat eceran pasar di wilayah sentra masing-masing.

Langkah ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen sekaligus memastikan petani tetap memperoleh harga yang adil.

“Kami para Champion Cabai di berbagai sentra produksi berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan dan kualitas produksi. Namun di sisi lain, harga di tingkat petani juga harus memberikan margin yang layak agar usaha tani tetap berkelanjutan. Harga yang wajar bukan hanya melindungi petani, tetapi juga menjamin keberlanjutan pasokan nasional,” tegas Ardi selaku Ketua Champion Cabai

Baca juga : Sarifah Suraidah: Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Lebaran 2026

Aksi Champion dalam menghadirkan cabai harga petani telah terlaksana sepekan ini secara serentak antara lain di Kabupaten Banjarnegara, Sleman, Magelang, Semarang, Cianjur, Bandung, Garut, Sumedang, Enrekang, dan bahkan Lombok Timur.

Harga jual di gelaran aksi untuk komoditas Cabai Rawit Merah Rp 50.000 per kg, di bawah HAP yaitu 57 ribu, sedangkan harga cabai rawit merah ditingkat pasar sudah mengalami penurunan dari sebelumnya mencapai Rp 90 ribu di pasar induk kramat jati atau PIKJ.

Gerakan Aksi ini akan makin digencarkan dan dikuti oleh Champion disentra lainnya termasuk di DKI Jakarta. Dengan kondisi ketersediaan yang aman dan neraca pangan yang positif, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah menjamin pasokan aneka cabai nasional aman, cukup, dan terjaga sepanjang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.