Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pramono Minta Pasar Jaya Gercep Bersihin Tumpukan Sampah Pasar Induk Kramat Jati
Sabtu, 10 Januari 2026 18:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Perumda Pasar Jaya segera menyelesaikan persoalan tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ia menegaskan tidak ada alasan bagi pengelola pasar untuk menunda penanganan sampah karena pemerintah provinsi (Pemprov) telah menyiapkan dukungan armada pengangkut.
“Jadi saya sudah meminta kepada Pasar Jaya Bapak Dirut untuk segera menyelesaikan itu," ujar Pramono di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1/2026).
Permintaan tersebut disampaikan Pramono sebagai respons atas keluhan masyarakat dan pedagang terkait penumpukan sampah yang dinilai mengganggu aktivitas pasar dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Baca juga : Negara Amankan Tumpukan Batubara Ilegal di Kalimantan Timur
“Kemarin kita sudah mengadakan truk tambahan hampir 100 truk lebih di tahun 2025 kemarin," katanya.
Menurutnya, armada tambahan itu dialokasikan untuk berbagai lokasi pengelolaan sampah di Jakarta, seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Rorotan, serta kawasan pasar.
“Ya untuk Bantar Gebang, untuk Rorotan, dan termasuk untuk yang apa di Kramat Jati. Enggak ada alasan untuk tidak ditangani," ujar Pramono.
Selain penanganan jangka pendek, Pramono juga memaparkan rencana jangka panjang pengelolaan sampah di Jakarta melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Salah satunya direncanakan berlokasi di kawasan Bantar Gebang.
Baca juga : Kapolri Minta Maaf Ke Publik, Janji Terus Berbenah Dan Terbuka Terhadap Kritik
“Jadi Jakarta yang pertama di Bantar Gebang itu rencananya ada dua apa pembangkit listrik tenaga sampah," ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini proyek tersebut masih dalam tahap proses. Selain di Bantar Gebang, Pemprov DKI juga akan melanjutkan proyek serupa yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan.
“Sekarang sedang proses untuk itu. Kemudian di Sunter yang dulu sudah mendapatkan persetujuan akan dilanjutkan," katanya.
Pramono menyebutkan, Jakarta menghasilkan hampir 8.000 ton sampah setiap hari dan memiliki cadangan sampah di Bantar Gebang yang mencapai puluhan juta ton. Kondisi ini membuat sektor pengelolaan sampah menjadi incaran banyak pihak.
Baca juga : Pertamina Peduli Berikan Trauma Healing Buat Anak Korban Bencana Sumatera
“Pertama, sampahnya setiap hari hampir 8.000 ton. Kedua, kita punya cadangan di Bantar Gebang 55 juta ton," imbuhnya.
Ia menyebut cadangan sampah tersebut sebagai potensi besar yang harus dikelola dengan benar agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Ini menjadi harta karun bagi semua orang untuk memperebutkan itu. Makanya saya ingin semuanya dilakukan dengan benar, transparan, dan terbuka," ujar Pramono.
Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta masih menunggu koordinasi dengan Danantara sebelum menetapkan langkah lanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya