RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen Pemerintah memperkuat peran pondok pesantren (ponpes) dalam pembangunan nasional. Salah satunya melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama. Menurut Gibran, pesantren merupakan kekuatan masa depan Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan dalam video berjudul “Kenapa Pemerintah Bentuk Ditjen Pesantren? Ini Alasannya”. Video berdurasi 3 menit 46 detik ini diunggah di akun YouTube @GibranTV, Sabtu (21/2/2026).
Dalam tayangan tersebut, Gibran mengenakan kemeja lengan panjang warna putih. Dia duduk di belakang meja kayu berwarna cokelat. Video diambil di ruangan yang suasananya menyerupai ruang tengah.
Baca juga : Yayasan Islam Bisa Miliki SHM Atas Nama Lembaga
Saat menyampaikan paparan, video juga menampilkan selingan gambar aktivitas pesantren. Mulai dari kegiatan belajar santri hingga unit usaha produktif.
Gibran mengatakan, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat pesantren, Pemerintah membentuk Direktorat Jenderal Pesantren.
“Direktorat Jenderal Pesantren dibentuk untuk meningkatkan tata kelola layanan pendidikan di pesantren, menginventarisasi permasalahan, mencarikan solusi atas berbagai kendala, serta mendorong transformasi pesantren menjadi pusat inovasi dan penggerak ekonomi lokal,” katanya.
Baca juga : Eks Kajari HSU Ajukan Gugatan Praperadilan
Gibran melanjutkan, peran santri masa kini tidak hanya sebagai penjaga moral bangsa, tetapi juga pelopor kemajuan yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.
Kata dia, saat ini terdapat lebih dari 42.000 pondok pesantren dengan lebih dari 11 juta santri. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan kekuatan sosial dan ekonomi yang berakar kuat di masyarakat.
“Ini kekuatan sosial ekonomi masa depan yang berakar di tengah masyarakat, serta tumbuh dari tradisi dan semangat perjuangan,” ujarnya.
Baca juga : Posting Foto Bareng Raja Juli, Wali Kota Banda Aceh Beri Sinyal Gabung PSI?
Dia menilai, pesantren adalah warisan peradaban yang menyatukan ilmu dan akhlak. Dari pesantren lahir tokoh bangsa, pejuang kemerdekaan, ulama besar, hingga pelaku usaha yang menggerakkan ekonomi masyarakat.
Gibran juga mencontohkan unit usaha digital printing dari Pondok Pesantren Edi Mancoro di Semarang yang produknya digunakan perusahaan di Belanda. Hal itu membuktikan pesantren mampu menghasilkan produk berdaya saing global.
Di era kemajuan teknologi, dia mendorong pesantren melahirkan santri yang menguasai pertanian modern, peternakan modern, robotik, blockchain, dan kecerdasan buatan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.