BREAKING NEWS
 

Diktis Kemenag Salurkan Santunan Rp100 Juta untuk Anak Yatim

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 7 Maret 2026 12:43 WIB
Foto: Kemenag.

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama menyalurkan santunan sebesar Rp 100 juta kepada empat yayasan yatim piatu dalam rangka kegiatan Peningkatan Kapasitas Keagamaan Pegawai di Jakarta, 6–7 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai spiritual sekaligus kepedulian sosial di bulan Ramadan.

Mengusung tema “Internalisasi Nilai Spiritual melalui Refleksi Diri, Kebersamaan, dan Kepedulian Sosial”, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan kerja kementerian.

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menekankan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadan seharusnya mampu mendorong transformasi perilaku yang berdampak positif bagi masyarakat.

Baca juga : YBM PLN EPI Salurkan 300 Bingkisan Lebaran untuk Warga Kuningan Timur

"Puasa sesungguhnya adalah instrumen untuk membentuk pribadi yang berintegritas dan menjadi versi terbaik dari diri kita. Kesuksesan ibadah juga dapat diukur dari sejauh mana kita mampu mentransformasi perilaku menjadi lebih peduli dan gemar berbagi,” ujarnya, dikutip Sabtu (7/3/2026). 

Menurutnya, religiusitas yang baik tidak hanya tercermin dari ritual ibadah, tetapi juga dari dampak sosial yang dirasakan oleh masyarakat.

“Menjadi religius yang benar berarti harus berdampak secara sosial. Kualitas hidup kita tergantung pada seberapa besar manfaat yang kita berikan dan seberapa banyak orang yang tersenyum karena kebaikan kita,” tambahnya.

Adsense

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno turut menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang digagas oleh jajaran Diktis tersebut.

Baca juga : Giwo Rubianto Gelar Khataman Al-Quran Dan Santuni Anak Yatim

“Alhamdulillah hari ini, khususnya dari Diktis, kita dapat menyapa masyarakat melalui pemberian santunan kepada yayasan yang mengelola anak-anak yatim dan piatu. Ini merupakan bentuk perhatian kami agar Direktorat Pendidikan Islam, khususnya Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, dapat hadir di tengah masyarakat, terutama di bulan Ramadan,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi tradisi baik di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Menurutnya, semangat berbagi perlu terus ditumbuhkan sebagai bagian dari karakter pegawai dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara dan masyarakat.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi legacy dan dapat terus dilaksanakan ke depannya dengan lebih baik, sehingga mampu menghadirkan empati bagi mereka yang membutuhkan,” harapnya.

Baca juga : Bulan Ramadan, Sido Muncul Serahkan Santunan Kepada 1.000 Anak Yatim di Jakarta

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai spiritual sebagai landasan profesionalitas dalam bekerja.

“Kepedulian sosial yang kita tunjukkan hari ini merupakan cerminan dari refleksi diri dan kebersamaan yang ingin kita bangun di lingkungan Diktis. Sebagaimana puasa yang mempertajam sensitivitas spiritual, kerja-kerja kita juga harus didasari oleh kepekaan nurani terhadap sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, keseimbangan antara profesionalitas birokrasi dan empati kemanusiaan menjadi kunci untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih humanis dan bermartabat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense