BREAKING NEWS
 

Revitalisasi 116 Sekolah di Bireuen Dimulai, Mendikdasmen Letakkan Batu Pertama

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 11 Maret 2026 13:39 WIB
Foto: Kemendikdasmen.

RM.id  Rakyat Merdeka - Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Bireuen, Aceh, resmi dimulai. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melakukan peletakan batu pertama di sejumlah sekolah penerima bantuan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan sarana pendidikan, khususnya di wilayah terdampak bencana.

Peletakan batu pertama dilakukan di UPTD TK Negeri Mujahidin, SMP Negeri 2 Peudada, dan SMK Kesehatan Muhammadiyah pada Selasa (10/3/2026).

“Hari ini kita melakukan peletakan batu pertama pembangunan di TK Negeri Mujahidin yang mendapatkan bantuan revitalisasi untuk tahun 2026. Ini merupakan realisasi dari program revitalisasi tahun 2026 yang Alhamdulillah, sebagian sudah kita tetapkan dan sudah bisa dimulai pembangunannya,” ujar Mu’ti di Kabupaten Bireuen.

Dalam program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026, tercatat sebanyak 116 sekolah terdampak bencana di Kabupaten Bireuen telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan total nilai bantuan mencapai Rp 167,4 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 86 sekolah akan melaksanakan pembangunan secara swakelola oleh pihak sekolah, sementara 30 sekolah lainnya akan dikerjakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Baca juga : Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi 72 Sekolah di Pidie Jaya Senilai Rp 86,7 M

Mu’ti menjelaskan bahwa jenis bantuan revitalisasi yang diberikan berbeda-beda di setiap sekolah karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

“Jadi bervariasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah. Tadi juga kita berikan untuk pengadaan sarana dan prasarana lainnya,” jelasnya.

Ia berharap, program revitalisasi ini dapat mempercepat pemulihan pendidikan di wilayah Aceh, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara optimal.

“Mudah-mudahan dengan revitalisasi ini kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih baik lagi, dan masyarakat yang terdampak musibah banjir dapat bangkit kembali dengan sarana pendidikan yang lebih baik. Semoga pembangunan bisa cepat selesai,” ujarnya.

Adsense

Kepala TK Negeri Mujahidin, Mursyidah, mengungkapkan bahwa kondisi sekolahnya sebelumnya cukup memprihatinkan bahkan sebelum bencana banjir terjadi.

Baca juga : Revitalisasi Sekolah Berjalan, UKS SMAN 1 Bojonegoro Kini Lebih Nyaman

Setelah banjir melanda, kondisi bangunan semakin memburuk. Ruang kelas di sekolah tersebut termasuk dalam kategori rusak berat dan hampir tidak dapat digunakan sebagai tempat belajar.

Dengan jumlah murid sekitar 120 anak, pihak sekolah harus menyiasati proses belajar dengan menempatkan sekitar 30 murid dalam satu ruang kelas.

Melalui program revitalisasi ini, TK Negeri Mujahidin menerima bantuan sebesar Rp 1,032 miliar yang akan digunakan untuk rehabilitasi tiga ruang belajar, rehabilitasi ruang administrasi, pembangunan satu ruang kelas baru, penataan lingkungan sekolah, serta perbaikan sanitasi.

“Alhamdulillah kami sangat senang dan bersyukur mendapat kesempatan menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi. Ini merupakan sesuatu yang kami tunggu-tunggu, terlebih ini merupakan tahun terakhir saya bekerja,” ungkap Mursyidah.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Peudada, Salawati, menyampaikan bahwa sekolahnya juga menjadi penerima bantuan revitalisasi tahun 2026 dengan nilai Rp 3,4 miliar.

Baca juga : Eliano Reijnders Sebut Lini Belakang Kunci Kemenangan Atas Persita

Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan ruang administrasi, rehabilitasi sembilan ruang belajar, pembangunan dua unit toilet, rehabilitasi perpustakaan, serta pembangunan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Salah satu siswa kelas IX SMP Negeri 2 Peudada, Heira Umira, menceritakan kondisi sekolah sebelum revitalisasi. Menurutnya, beberapa ruang kelas sering mengalami kebocoran bahkan tergenang air saat hujan turun.

Kondisi tersebut kerap mengganggu proses belajar karena para siswa harus berpindah tempat ke musala ketika hujan turun di tengah kegiatan belajar.

Kini, Heira mengaku senang karena sekolahnya akan segera dibangun kembali melalui program revitalisasi. “Harapannya belajarnya lebih nyaman dan tidak takut bocor atau banjir lagi saat hujan,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense