BREAKING NEWS
 

RI–Brunei Jajaki Kerja Sama Energi Dan Impor Minyak

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Senin, 16 Maret 2026 14:48 WIB
Foto: Kementerian ESDM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Brunei Darussalam menjajaki penguatan kerja sama strategis di sektor energi, mulai dari diversifikasi energi hingga peluang pasokan minyak, dalam pertemuan bilateral di Tokyo, Jepang.

Pertemuan tersebut berlangsung di sela forum Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum di Tokyo, Jepang, Minggu (15/3/2026), antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Deputy Minister (Energy) at the Prime Minister's Office Brunei Darussalam Mohamad Azmi Mohd Hanifah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi kawasan di tengah dinamika energi global, termasuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

"Ini momentum kolaborasi kawasan. Brunei melihat Indonesia lebih maju dan terstruktur dalam diversifikasi energi, sementara Brunei masih memanfaatkan sekitar 99 persen gas untuk pembangkit listriknya," ujar Bahlil.

Baca juga : Agrinas Jaladri Perkuat Sinergi dengan Media, Kembangkan Ekosistem Perikanan

Menurut dia, Brunei berencana meningkatkan kapasitas pembangkit listrik hingga lima kali lipat dari kapasitas saat ini sebesar 1 gigawatt (GW), atau menambah sekitar 4 GW ke depan.

Selain sektor ketenagalistrikan, Indonesia juga membuka peluang penjajakan impor minyak bumi dari Brunei guna memperkuat ketahanan energi nasional. Produksi minyak Brunei saat ini mencapai sekitar 100.000 hingga 110.000 barel per hari.

Adsense

"Penjajakan impor minyak dari Brunei menjadi salah satu opsi strategis untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Brunei juga menyatakan ketertarikannya terhadap teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang diterapkan oleh PT Pertamina (Persero) untuk meningkatkan produksi minyak dari sumur tua.

Baca juga : Rupiah Turun Ke Rp 16.923, Tertekan Harga Minyak

Bahlil menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi kerja sama teknis dan berbagi pengalaman dalam penerapan teknologi tersebut.

Sementara itu, Mohamad Azmi menyebut negaranya tertarik mempelajari penerapan EOR di Indonesia. Brunei saat ini telah menggunakan metode water flooding dan berencana mengembangkan teknologi lanjutan seperti chemical flooding untuk meningkatkan produksi minyak.

"Kami percaya bisa belajar dari Indonesia dalam mengoperasikan teknologi EOR," ujarnya.

Indonesia juga mendorong partisipasi investasi Brunei dalam pembangunan infrastruktur energi melalui skema Koridor Ekonomi Indonesia, khususnya untuk pengembangan ketenagalistrikan di wilayah terpencil.

Baca juga : RI dan Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih Dan Teknologi

Kerja sama tersebut turut mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan di sektor hulu migas hingga energi terbarukan.

Pertemuan ini menandai langkah awal penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Brunei di sektor energi, mencakup potensi kerja sama pasokan minyak, pengembangan hidrogen hijau, serta investasi infrastruktur energi di kawasan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense