BREAKING NEWS
 

Hilirisasi Kunci Kekuatan Ekonomi Indonesia

Mentan Tak Ragu Stop Ekspor Bahan Mentah

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Minggu, 29 Maret 2026 06:55 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026). Foto: Dok. Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, hilirisasi sebagai kunci utama untuk memperkuat ekonomi nasional, kemandirian energi dan ketahanan pangan di tengah dinamika global.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI tahun 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/3/2026).

Di hadapan para pengusaha dan saudagar Bugis Makassar dari berbagai daerah dan negara, Amran menekankan bahwa Indonesia tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah.

Baca juga : Usut Korupsi Kuota Haji, KPK Klaim Ada Kemajuan

Indonesia harus masuk ke tahap hilirisasi agar nilai tambah dapat dinikmati di dalam negeri.

Menurutnya, sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa, kelapa sawit (CPO) dan gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi.

Produk turunan seperti minyak olahan, santan, air kelapa (coconut water), hingga berbagai produk industri lainnya dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan dibandingkan produk mentah.

Baca juga : SBY Ingatkan Pemerintah Bertindak Tepat & Terukur

“Kelapa kita kuasai dunia, nomor satu dunia. Masalahnya, kelapa masih dikirim dalam bentuk mentah. Jika diolah menjadi virgin coconut oil, coconut milk, atau coconut water, nilainya bisa puluhan hingga ratusan kali lipat. Air kelapa saja kini dijual mahal di luar negeri hanya karena kemasan, padahal bahan bakunya dari Indonesia,” ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/3/2026).

Selain kelapa, Indonesia juga menguasai sekitar 80 persen pasar gambir dunia. Namun, komoditas tersebut masih diekspor dalam bentuk setengah jadi sehingga nilai tambah dinikmati negara lain.

“Gambir itu 80 persen kita suplai dunia, tetapi yang dikirim masih setengah jadi. Jika dihilirisasi, nilainya bisa mencapai ribuan triliun. Nilai tambah tertinggi ada di hilir, bukan di hulu,” tegasnya.

Baca juga : Dinamika PKB Sidoarjo Memanas Jelang Muscab

Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu juga menyoroti potensi besar hilirisasi kelapa sawit. Menurut dia, Indonesia menguasai lebih dari 60 persen produksi CPO dunia, sehingga memiliki posisi strategis dalam menentukan pasar global.

Adsense

“Jika CPO kita olah menjadi margarin, kosmetik, dan berbagai produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense