RM.id Rakyat Merdeka - Pembangunan hunian untuk warga di bantaran rel kawasan Senen, Jakarta Pusat, mulai dikerjakan. Sebanyak 324 unit rumah akan dibangun dengan memanfaatkan tanah milik PT Angkasa Pura.
BUMN yang dipimpin Dony Oskaria ini langsung menurunkan tim dari BUMN karya, yakni Hutama Karya, Pembangunan Perumahan dan Wijaya Karya.
Ketiga BUMN tersebut ditugaskan untuk mempercepat pembangunan hunian di kawasan Senen yanga ditargetkan selesai pada 15 Juni 2026.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengatakan, sebanyak 427 pekerja BUMN dikerahkan untuk mempercepat dan memastikan proses pembangunan rumah berjalan sesuai target.
"Sesuai janji kami kemarin, sore ini langsung eksekusi bangun hunian untuk warga bantaran rel kawasan Senen. Kami optimistis selesai tepat waktu," ujar Dony saat meninjau langsung kesiapan pembangunan hunian relokasi bagi warga bantaran rel di kawasan Senen, Jakarta Pusat bersama Menteri PKP Maruarar Sirait, Kamis (2/4/2026).
Baca juga : Kepala BP BUMN Tinjau Lahan Untuk Huntara
Dony menjelaskan, hunian yang dibangun bukan berbentuk rusun, hunian sementara (huntara), maupun hunian tetap (huntap), melainkan rumah layak huni sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Terkait skema kepemilikan, Dony menyebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah.
"Apakah sewa atau beli, nanti akan diputuskan bersama. Saat ini fokus kami menyelesaikan pembangunan terlebih dahulu," tambahnya.
Dibangun Dulu, Baru Direlokasi
Sementara Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi langkah cepat Pak Dony yang langsung membangun hunian dulu sebelum relokasi dilakukan.
Baca juga : Citanusa Mulai Pembangunan Grahayana Homes di Karawang Barat
"Dibangun dulu baru direlokasi, bukan dipindahkan dulu baru dibangun. Ini cara yang baik dan manusiawi," ujar Ara.
Mantan anggta DPR ini juga menyebut pembangunan hunian dilakukan berbasis data dari BPS serta dirancang dengan fasilitas yang memadai, seperti ruang bermain anak dan tempat ibadah. "Kita bangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah berdasarkan data BPS," ujarnya.
Selain di Senen, pembangunan juga akan dilakukan di kawasan Tanah Abang dengan memanfaatkan tanah milik PT Kereta Api Indonesia. Di Senen akan dibangun sekitar 300 unit dengan memanfaatkan lahan PT Angkasa Pura, sementara di Tanah Abang sekitar 500 unit, dengan target penyelesaian sama.
"Nanti hari Minggu (5/4/2026) jam 3 sore, Pak Doni dan saya akan bertemu di lahan milik Kereta Api di Tanah Abang dan Kampung Bandan," ujarnya.
Ara sapaan Maruarar ini menegaskan, percepatan pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, BUMN, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Baca juga : Dubes Djauhari Oratmangun Terima Kunjungan Kepala BPOM, Bahas Kolaborasi TCM
"Semua kolaborasi. Negara hadir, BUMN hadir, dan Pemda DKI mendukung perizinan. Ini sesuai arahan Presiden dan Pak Seskab selalu monitor agar masyarakat bisa segera menempati hunian layak," pungkasnya.
Sebelum cek lokasi di kawasan Senen, Menteri Ara menerima kunjungan Kepala Daerah se-Jawa Tengah dan Kepala daerah NTT. Pertemuan itu membahas soal rumah subsidi, bedah rumah, KUR dan program gentengnisasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.