RM.id Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia melalui Kadin Institute menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional, khususnya di sektor riil.
Executive Director Kadin Institute, Mulya Amri, mengungkapkan bahwa program MBG telah mengubah dinamika pasar, terutama pada komoditas pangan.
“Sebelum program MBG berjalan, stok ayam dan telur berlebih. Sekarang justru terjadi kekurangan hingga harga telur meningkat. Ini menunjukkan produksi sedang dipacu,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Mulya, kondisi tersebut membuka peluang besar bagi peternak dan petani lokal untuk berkembang. Ia pun mendorong para pelaku usaha daerah untuk melakukan transformasi bisnis.
“Ayo pengusaha daerah melakukan pivot. Jika sebelumnya fokus pada konstruksi, kini ambil peluang di sektor makanan, kesehatan, dan pertanian,” ajaknya.
Salah satu contoh dampak nyata dirasakan oleh Benedictus Dalupe, peternak ayam petelur asal Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya. Ia menjadi pemasok telur untuk dapur MBG di wilayahnya.
Baca juga : Lewat Program Desa BRILiaN, Desa Pajambon di Kuningan Jadi Contoh Transformasi
Benedictus menjelaskan, saat ini usahanya masih dalam tahap pengembangan dan baru mampu menyuplai satu dapur MBG secara rutin.
“Kami memasok sekitar 20–25 ikat telur atau lebih dari 3.000 butir, dengan pengiriman tiga kali seminggu,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 95 persen kebutuhan telur di Sumba Barat Daya sebelumnya masih dipasok dari Pulau Jawa.
Namun, sejak adanya MBG, mulai muncul minat peternak lokal untuk mengembangkan usaha serupa.
Mulya menambahkan, alokasi APBN untuk program MBG sebagian besar digunakan untuk operasional makanan dan relawan, bukan pembangunan infrastruktur dapur. Peran ini justru menjadi peluang bagi pelaku usaha.
“Pembangunan dapur membutuhkan investasi sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp3 miliar. Di sinilah pengusaha berperan, mulai dari membangun, merekrut tenaga kerja, hingga mengelola jaringan pasok,” paparnya.
Baca juga : Pakistan Dorong RI Jadi Motor Transformasi D-8
Dari target sekitar 30.000 dapur MBG, saat ini sekitar 20.000 unit telah beroperasi. Mulya mendorong pelaku usaha, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), untuk memanfaatkan peluang dari sisa target pembangunan tersebut.
Persepsi Publik dan Dampak Sosial Mulya juga menyoroti adanya persepsi keliru dari sebagian kalangan menengah yang menilai program MBG tidak diperlukan. Ia menegaskan realitas di lapangan menunjukkan sebaliknya.
“Banyak anak yang berangkat sekolah tanpa sarapan. Ini fakta yang sering luput dari perhatian,” ujarnya.
Penelitian dari LabSosio-LPPSP FISIP UI menunjukkan hampir 48,5 persen siswa jarang atau tidak pernah sarapan sebelum sekolah, sementara 85,8 persen siswa selalu menghabiskan makanan MBG yang disajikan.
Ketua LabSosio, Hari Nugroho, menyebut program ini sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga serta memastikan anak mendapatkan asupan gizi.
Temuan serupa disampaikan Research Institute of Socio-Economic Development. Penelitinya, M. Fajar Rakhmadi, menyebut 81 persen orang tua dari kelompok rentan mendukung keberlanjutan program MBG.
Baca juga : DEN: Geopolitik Jadi Momentum Percepat Penerapan Transisi Energi
“Dukungan ini bukan hanya karena penghematan, tetapi karena adanya kepastian anak memperoleh makanan bergizi di sekolah,” tuturnya.
Sementara itu, survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik cukup tinggi, dengan 12,2 persen responden menyatakan sangat puas dan 60,6 persen cukup puas terhadap program MBG.
Program ini dinilai memberikan dampak langsung terhadap konsentrasi belajar siswa serta kualitas pendidikan.
Dalam jangka panjang, MBG diharapkan menjadi fondasi pembentukan sumber daya manusia (SDM) unggul.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Dampak besarnya akan terasa dalam 5 hingga 15 tahun ke depan,” pungkas Mulya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.