RM.id Rakyat Merdeka - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, juga mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi baru di daerah. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi simpul penting yang membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyatakan, SPPG telah berkembang menjadi kekuatan baru dalam ekosistem ekonomi nasional melalui pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, SPPG tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan gizi, juga berperan dalam menggali dan mengelola potensi lokal, sekaligus mendorong pemberdayaan petani, peternak dan pelaku usaha di daerah.
“Ekosistem SPPG dari hilir hingga hulu harus mampu menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujar Muhaimin dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, kehadiran SPPG dalam program MBG membuat Pemerintah optimistis dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, memperkuat kemandirian masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Baca juga : Setelah Tangkap Ketua Ombudsman RI, Kejagung Buru Pemberi Suap
Diungkapkan, percepatan program MBG tidak terlepas dari dukungan investasi yang signifikan. Dengan nilai investasi mencapai puluhan triliun rupiah, kolaborasi antara Pemerintah dan sektor swasta dinilai mampu mempercepat implementasi program sekaligus memperluas dampaknya.
“Investasi ini akan menggerakkan ekonomi, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.
Mantan Wakil Ketua DPR itu menilai, kehadiran SPPG perlu diimbangi dengan tumbuhnya wirausaha baru yang mampu memenuhi kebutuhan program MBG. Pemerintah pun terus mendorong peningkatan kualitas program. Termasuk penguatan kapasitas kewirausahaan masyarakat.
“Pemberdayaan jangka menengah dan panjang diarahkan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kondusif bagi pelaku usaha baru, sehingga kewirausahaan menjadi bagian dari kemampuan masyarakat,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu juga menyoroti jumlah pengusaha nasional yang masih di bawah target ideal. Karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan masyarakat.
Baca juga : Ekonomi Tumbuh 5,11% Lampaui Target Global
Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu mengajak Pemerintah Daerah memperkuat kolaborasi guna menjaga ketahanan rantai pasok, memperkuat pelaku usaha lokal, serta memanfaatkan data secara presisi dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
“Kritik sangat dibutuhkan, tetapi harus menjadi bagian dari solusi agar program ini benar-benar bermanfaat bagi kemajuan,” katanya.
Dia menegaskan pentingnya pemberdayaan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal sebagai fondasi kemandirian ekonomi nasional.
“Kita ingin para petani, peternak dan pedagang lokal menjadi bagian utama dari rantai pasok program ini, sehingga mereka mampu berdiri secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.
Program MBG resmi dimulai pada 6 Januari 2025 sebagai salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : PAN: Kepemimpinan Prabowo Tangguh Di Tengah Gejolak
Program ini dilaksanakan secara bertahap dengan target awal tiga juta penerima manfaat dan terus diperluas sepanjang tahun. SSL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Minggu, 19 April 2026 dengan judul "SPPG Jadi Motor Ekonomi Baru Program MBG Ciptakan Peluang Usaha Lokal"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.