Dark/Light Mode

Pantauan Di Sejumlah Jalan Jakarta Dan Sekitarnya

WFH, Lalin Ibu Kota Masih Macet Seperti Biasanya

Minggu, 19 April 2026 06:25 WIB
Kemacetan di Jalan RE Martadinata, Kota Tangerang Selatan, yang mengarah ke Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026), sekitar pukul 09.00 WIB. (Foto: Daud Fadillah/rm.id)
Kemacetan di Jalan RE Martadinata, Kota Tangerang Selatan, yang mengarah ke Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026), sekitar pukul 09.00 WIB. (Foto: Daud Fadillah/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah titik lalu lintas Megapolitan (Jakarta dan sekitarnya) tetap macet seperti biasa pada jam berangkat kerja di pekan kedua penerapan Work From Home (WFH). Meskipun demikian, ada sejumlah jalan raya bukan di pusat kota, alami penurunan.

Kondisi tersebut hasil pantauan reporter Rakyat Merdeka (RM). Pada Jumat (17/4/2026) pagi, Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, yang mengarah ke kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), tetap macet seperti biasa. Jauh dari kata lengang.

Hal serupa terjadi di Jalan RE Martadinata, Pamulang-Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Suasananya seperti biasa, mobil dan motor harus merayap di jalan ini pada jam berangkat kerja.

Baca juga : Manchester City Vs Arsenal, Kunci Meraih Gelar

Hingga sekitar pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), para pengendara roda dua maupun roda empat, masih harus menghadapi kemacetan di Jalan RE Martadinata yang mengarah ke perbatasan Provinsi Banten dengan Provinsi DKI Jakarta.

Sedangkan reporter Rakyat Merdeka yang melakukan pemantauan di Petukangan, Jakarta Selatan, pukul 08.30 WIB, melaporkan bahwa kemacetan di sekitar Halte Petukangan D’MASIV, berkurang pada pekan kedua pelaksanaan WFH.

Biasanya, kawasan ini menjadi salah satu titik kemacetan parah pada pagi hari. Kepadatan terjadi dari arah Ciledug, Kota Tangerang, hingga akses keluar-masuk Jalan Adam Malik yang menuju Kota Tangerang Selatan.

Baca juga : Persiapan Moto3 Spanyol, Veda Ega Latihan Keras Di Dua Sirkuit

Pada hari kerja normal, kemacetan dari arah Ciledug biasanya terjadi sejak kawasan Hypermart (Giant) Kreo, Larangan, Kota Tangerang hingga Halte Petukangan D’MASIV.

Kendaraan roda empat kerap tersendat hingga sekitar satu kilometer. Kondisi tersebut sering memicu aksi nekat pengendara motor melawan arah, memanfaatkan jalur sebaliknya yang relatif lengang.

Namun, pemandangan berbeda terlihat pada Jumat pagi itu. Arus lalu lintas dari dua arah cenderung lancar. Kepadatan hanya terjadi sesaat di sekitar halte, saat bus Transjakarta berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Baca juga : Airlangga, Komandan Satgas Genjot Ekonomi

Aktivitas di dalam halte juga menunjukkan perubahan. Meski tetap ramai, tidak terlihat penumpukan penumpang seperti biasanya. Pada hari kerja tanpa WFH, halte tersebut biasanya dijejali pengguna bus Transjakarta.

Sebagai informasi, Pemerintah Pusat mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, untuk WFH seminggu sekali. Tepatnya pada hari Jumat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.