BREAKING NEWS
 

Cek Ke Gudang Bulog Presiden, Pastikan Stok Beras Melimpah

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Senin, 20 April 2026 08:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono (kanan) dan Kepala Gudang Bulog Danurejo Adi Nugrahanto (tengah) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Bakom RI)

 Sebelumnya 
“Bapak Presiden tidak hanya menerima laporan di atas kertas, tetapi ingin melihat secara langsung stok beras yang tersimpan di gudang,” jelasnya. 

Menurut Sudaryono, pemerintah serius menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika global. Baik dari sisi pasokan, maupun stabilitas harga. 

Ia juga mengungkapkan, hasil pemantauan di sejumlah daerah menunjukkan kondisi serupa. Stok beras di berbagai gudang Bulog dalam keadaan penuh. 

“Termasuk sidak di Makassar, Bone, dan daerah lainnya, hasilnya sama, stok penuh,” tambahnya. 

Baca juga : Hadiri Kursus Pemantapan Ketua DPRD, Prabowo Beri Teladan Cara Rawat Persatuan

Dari sisi produksi, kinerja nasional juga menunjukkan tren positif. Produksi beras pada 2025 meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen. 

Sedangkan CBP hingga April 2026 mencapai sekitar 4,8 juta ton atau tertinggi sepanjang sejarah dan terus bergerak menuju 5 juta ton. “Capaian ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri,” jelas Sudaryono. 

Ia menambahkan, ketahanan pangan nasional juga ditopang oleh ketersediaan beras di masyarakat. Secara total, kekuatan stok beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 28 juta ton atau setara ketahanan hingga 11 bulan ke depan. 

Selain itu, pemerintah terus memperkuat peran Perum Bulog sebagai penyangga harga melalui optimalisasi serapan gabah. Pada 2026, Bulog ditargetkan menyerap 4 juta ton setara beras. 

Baca juga : Besok, Jemaah Mulai Masuk Asrama, Semoga Haji 2026 Aman Dan Lancar

Menurut Sudaryono, Bulog memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan harga di tingkat petani dan konsumen. Yakni melalui kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) dan harga eceran tertinggi (HET). 

Terpisah, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menilai, sidak Presiden sekaligus menjawab keraguan publik terkait target swasembada beras. 

“Langkah Presiden turun langsung ke lapangan menunjukkan bahwa pemerintah tidak bekerja berdasarkan asumsi, tetapi data riil,” ulas Don. 

Menurutnya, kondisi gudang yang penuh dan distribusi yang terpantau membantah anggapan bahwa swasembada hanya wacana. “Ini bukti konkret,” tegasnya. 

Baca juga : Hasil Temuan KPK, Koruptor Bingung Simpan Uang Korupsi

Ia menambahkan, pemerintah terus memperkuat produksi melalui peningkatan luas tanam, perbaikan irigasi, serta dukungan langsung kepada petani. Dengan langkah tersebut, optimisme terhadap swasembada beras semakin menguat dan menunjukkan bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas utama. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense