BREAKING NEWS
 

Resmikan SPPG Di Karawang

Menag: MBG Berdayakan Perekonomian Masyarakat

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Minggu, 17 Mei 2026 07:00 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di Kelurahan Kutaampel, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (15/5/2026). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya membantu pemenuhan gizi anak sekolah, tapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, Menag mengajak pelaku usaha kuliner dan masyarakat ikut mensukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di Kelurahan Kutaampel, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (15/5/2026). Dalam acara itu, Nasaruddin berkeliling meninjau dapur pengolahan makanan. Hadir Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan pengurus Yayasan Gerakan Dapur (Garuda) Indonesia.

Nasaruddin beberapa kali berhenti mendengarkan penjelasan petugas mengenai proses pengolahan makanan hingga distribusi paket MBG. SPPG tersebut akan menyuplai makanan bergizi bagi anak-anak sekolah.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menyampaikan, Rasulullah mengajarkan umatnya bekerja dengan sungguh-sungguh, sekaligus memberi manfaat bagi banyak orang. Nilai tersebut sejalan dengan semangat program MBG yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya,” tuturnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menegaskan pentingnya menjaga kualitas makanan dalam program MBG. Dia meminta pengelola dapur MBG menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar kualitas makanan tetap terjaga.

Baca juga : Jokowi Jadi Magnet Politik, PSI Pede Masuk Senayan

“Pengawasan kualitas makanan harus benar-benar dijaga supaya manfaat program dirasakan maksimal,” ucapnya.

Selain menjaga kualitas makanan, Nasaruddin berharap satuan pelayanan dapur MBG terus diperluas ke berbagai daerah. Semakin banyak dapur MBG beroperasi, semakin besar dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar.

Program MBG, lanjut Nasaruddin, juga bisa menjadi ruang pemberdayaan bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil di daerah. Sebab, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar akan ikut menggerakkan usaha masyarakat.

Nasaruddin mengatakan, pelaku usaha kuliner memiliki peran penting mendukung keberhasilan program MBG. Kata dia, program MBG dapat menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah.

“Saya mengajak pelaku usaha kuliner membangun kreativitas, sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis,” ajaknya.

Adsense

Dalam kegiatan peresmian itu, panitia juga membagikan santunan berupa sembako dan bantuan tunai kepada lebih dari 2.000 kaum duafa dan anak yatim. Selain itu, dilakukan pula proses rekrutmen sekitar 50 pekerja SPPG.

Baca juga : Dihukum Dewan Kehormatan Gerindra, Anggota DPRD Jember Tobat Dan Minta Maaf

Wakil Kepala BGN Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung terkesan setelah meninjau dapur gizi modern pertama yang diperkenalkan di wilayah pedesaan Karawang.

Dia menjelaskan, dapur tersebut dilengkapi sistem proteksi dan sanitasi modern untuk mendukung program penyediaan makanan sehat bagi anak-anak sekolah.

“SPPG ini menjadi bagian target pembangunan ribuan dapur gizi di Jawa Barat,” jelasnya.

Lodewyk mengatakan, meski berada di kawasan pedesaan, dapur MBG Karawang dibangun dengan standar tinggi. Seluruh peralatan yang digunakan disebut telah memenuhi standar industri makanan aman konsumsi.

Dia mencontohkan penggunaan bahan stainless steel 304 di area dapur untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan selama proses pengolahan.

Menurut Lodewyk, keberadaan dapur MBG sangat penting untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah di Jawa Barat yang jumlahnya mencapai jutaan orang.

Baca juga : Hasil Pendalaman KPK, Dua Ajudan Bantu Bupati Fadia Terima Gratifikasi

“Seluruh sistem dapur diawasi tenaga profesional dengan standar keamanan makanan yang ketat,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan program gizi nasional. BGN, kata dia, menerima banyak laporan adanya oknum meminta uang sambil mengaku bagian dari program MBG.

“Kami minta masyarakat segera melapor jika menemukan dugaan penipuan program MBG,” imbuhnya.

Direktur Pondok Pesantren Kementerian Agama Basnang Said menambahkan, program SPPG dapat diintegrasikan dengan usaha produktif seperti budidaya ikan, pertanian, hingga perkebunan. Hasil usaha itu nantinya dapat langsung digunakan memenuhi kebutuhan dapur pesantren.

“SPPG jangan hanya dipandang sebagai program penyediaan makanan semata,” ujarnya. JAR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 17 Mei 2026 dengan judul "Resmikan SPPG Di Karawang Menag: MBG Berdayakan Perekonomian Masyarakat"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense