Dark/Light Mode

1 WNA Diisolasi Di RS Sulianti Saroso

Hantavirus Tak Mudah Menular Antar Manusia

Sabtu, 16 Mei 2026 07:40 WIB
Ilustrasi hantavirus tidak mudah menular antar manusia. (Foto: AI/Gemini)
Ilustrasi hantavirus tidak mudah menular antar manusia. (Foto: AI/Gemini)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius terus jadi sorotan serius. Seorang Warga Negara Asing (WNA) yang diduga sempat kontak dengan orang yang terpapar virus tersebut, kini menjalani isolasi di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta. Meski demikian, pemerintah meminta masyarakat tidak panik karena hantavirus tidak mudah menular antar manusia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Indonesia menerima informasi dari Pemerintah Inggris pada 7 Mei mengenai seorang WNA yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien positif hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. Karena diketahui tinggal di Jakarta Pusat, pemerintah langsung melakukan pelacakan. 

Setelah berhasil diidentifikasi, WNA tersebut dibawa ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Hasil tes sementara menunjukkan yang bersangkutan negatif hantavirus. Meski begitu, pasien tetap menjalani isolasi sementara untuk memantau masa inkubasi penyakit.

Baca juga : Dapat Pasokan Pupuk Dari RI, PM Australia Puji Prabowo

“Kami akan pantau sampai benar-benar yakin dan bisa dipastikan yang bersangkutan sudah aman,” ujar Menkes dalam keterangannya, dikutip Jumat (15/5/2026). 

Pemerintah, kata Menkes, menetapkan masa pemantauan terhadap WNA berinisial KE itu selama dua minggu sejak 8 Mei 2026. Hingga kini, seluruh kontak erat yang diperiksa juga menunjukkan hasil negatif. 

Lebih lanjut, Menkes menegaskan, hantavirus berbeda dengan Covid-19 karena tidak mudah menular antar manusia. Menurut dia, mayoritas penularan justru berasal dari tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi. 

Baca juga : Seluruh Jemaah Gelombang Pertama Tiba Di Makkah

Untuk itu, Menkes mengimbau, masyarakat tetap tenang dan menjaga kebersihan lingkungan. “99 persen penularan hantavirus terjadi melalui tikus, bukan antarmanusia,” tegasnya. 

Ia menjelaskan, hantavirus yang ditemukan di Indonesia merupakan varian Asia dengan tingkat kematian sekitar 5 hingga 15 persen. Angka itu jauh lebih rendah dibanding varian Andes di Amerika Selatan yang menyerang paru-paru dengan risiko kematian mencapai 50 hingga 60 persen. 

Karena itu, Menkes meminta, masyarakat menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah perkembangbiakan tikus di rumah, rumah makan, maupun tempat kerja. 

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Sebaiknya Kita Tunggu UU Ketenagakerjaan Baru

“Kalau ada yang ketahuan kena, itu bisa dikirim ke rumah sakit, rumah sakit sudah tahu cara mengobatinya,” ucap Menkes. 

Menkes menyebut, pengalaman pandemi Covid-19 membuat kemampuan pengawasan Indonesia terhadap ancaman penyakit menular semakin sigap. Ditambah dengan kerja sama internasional, pemerintah kini lebih cepat mendeteksi potensi penyebaran penyakit dari luar negeri. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.