BREAKING NEWS
 

Saran Komisi IV DPR

Stok Beras Bulog Jangan Disimpan Terlalu Lama

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Minggu, 17 Mei 2026 07:05 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo. Foto: Dok. DPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi IV DPR mengingatkan Pemerintah agar beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog segera didistribusikan. Tujuannya agar kualitas beras tidak menurun karena terlalu lama disimpan.

Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo mengatakan, stok beras nasional yang dikelola dan disimpan Perum Bulog telah mencapai 5,3 juta ton. Akumulasi stok beras tanpa pengelolaan optimal dapat menimbulkan berbagai persoalan. Mulai dari penurunan kualitas komoditas hingga potensi kerugian negara karena harga turun.

Dia mengingatkan, beras merupakan komoditas hidup yang memiliki batas waktu penyimpanan ideal. "Jika disimpan terlalu lama, terutama lebih dari enam hingga sembilan bulan tanpa pengendalian suhu dan kelembaban, maka kualitas beras akan menurun,” jelas Firman, di Jakarta, Jumat (15/5/26).

Menurutnya, tingkat kelembaban yang tinggi di area penyimpanan dapat memicu munculnya kutu dan jamur pada beras, sehingga kualitasnya tidak lagi layak untuk dikonsumsi masyarakat.

Penyimpanan dalam jangka panjang juga menyebabkan penyusutan bobot akibat penguapan dan pecahnya butiran beras.

Hal itu ditambah dengan biaya penyimpanan yang besar seperti fumigasi (pengasapan), listrik gudang, dan tenaga kerja akan menambah beban keuangan Bulog.

Baca juga : Menag: MBG Berdayakan Perekonomian Masyarakat

"Standar Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menetapkan stok buffer (penyangga) pangan idealnya diputar setiap enam hingga sembilan bulan,” ucapnya.

Firman menilai, penahanan stok dalam jumlah besar berpotensi memengaruhi harga beras di pasaran. Ketika stok tidak segera didistribusikan, pasar akan membaca situasi tersebut sebagai indikasi terbatasnya pasokan.

“Akibatnya harga bisa naik,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Sementara, Anggota Komisi VI DPR Muhammad Husein Fadlulloh mendorong Pemerintah memperbanyak gudang Bulog di dekat sentra pertanian. Tujuannya untuk mempermudah penyerapan gabah petani saat musim panen raya.

Adsense

"Keberadaan gudang yang lebih dekat dengan wilayah pertanian akan membantu peningkatan serapan gabah sekaligus menjaga stok beras nasional," kata Husein, dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, gudang Bulog memiliki peran penting sebagai lokasi penyerapan dan penyimpanan hasil pertanian. Utamanya beras yang dibeli dari petani sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

Baca juga : Jokowi Jadi Magnet Politik, PSI Pede Masuk Senayan

Bulog, kata Husein, selama ini mengutamakan pembelian gabah dari petani lokal dengan harga sesuai ketentuan Pemerintah sebesar Rp 6.500 per kilogram, khususnya gabah kering panen.

Karena itu, proses penyerapan gabah akan berjalan lancar apabila seluruh pihak menjalankan aturan yang telah ditetapkan Pemerintah.

"Penyerapannya itu sebetulnya yang utama adalah bagaimana sesuai dengan aturan Pemerintah, bukan dipersulit," ucap politikus Gerindra ini.

Anggota Komisi II DPR Azis Subekti menambahkan, stok beras nasional yang mencapai lebih dari 5 juta ton harus diiringi dengan kekuatan rantai pasok. Tentunya pada akhirnya bermuara pada stabilitas harga. "Karena di situlah rakyat merasakan kehadiran negara," kata Azis dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, cadangan beras mencapai 5,23 juta ton yang dikelola Perum Bulog mencerminkan kapasitas negara dalam menjaga ketahanan pangan pada level yang belum pernah dicapai sebelumnya. "Dalam waktu yang tidak terlalu panjang, stok ini meningkat tajam. Dibanding dua tahun lalu, lonjakannya bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat," puji politikus Gerindra ini.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kini mencapai 5,3 juta ton terjaga dengan baik. Hal ini berkat dukungan dan kolaborasi lintas sektor seperti Pemerintah, petani, mitra penggilingan, Pemerintah Daerah (Pemda), serta seluruh pemangku kepentingan pangan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga : Dihukum Dewan Kehormatan Gerindra, Anggota DPRD Jember Tobat Dan Minta Maaf

"Kami terus memperkuat penyerapan gabah dan beras petani sebagai bagian dari upaya menjaga cadangan beras Pemerintah, stabilitas pasokan, dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat," ucap Rizal dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).

Rizal menyampaikan, stok CBP di Bulog sampai saat ini mencapai 5,329 juta ton dan menjadi puncak tertinggi sepanjang sejarah Bulog menyimpan beras. "Potensi ini masih akan terus bertambah dan kami prediksi dapat mencapai 5,5 hingga 6 juta ton," tutup Rizal. TIF

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Minggu, 17 Mei 2026 dengan judul "Saran Komisi IV DPR Stok Beras Bulog Jangan Disimpan Terlalu Lama"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense