BREAKING NEWS
 

Menko AHY Bahas Percepatan Trans Kie Raha Bersama Gubernur Malut

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 25 Mei 2026 13:14 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menerima Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda di Jakarta, Jumat (22/5/2026). Dok. Kemenko Infrastruktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bersama jajaran untuk membahas percepatan pembangunan infrastruktur dan pemerataan ekonomi di Maluku Utara, Jumat (22/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda prioritas. Mulai dari penguatan konektivitas wilayah, pengembangan Sofifi sebagai ibu kota provinsi, pembangunan koridor strategis Trans Kie Raha, hingga dukungan infrastruktur bagi kawasan industri dan lumbung pangan.

Dalam kesempatan itu, Sherly memaparkan capaian pembangunan Maluku Utara yang dinilai menunjukkan tren positif. Salah satunya keberhasilan menurunkan angka stunting di enam kabupaten/kota hingga mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri.

Sherly juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 34,3 persen atau jauh di atas rata-rata nasional. Pertumbuhan tersebut dinilai sebagai dampak positif hilirisasi sumber daya mineral, terutama nikel.

Namun, menurut dia, tantangan terbesar saat ini ialah memastikan pemerataan kesejahteraan melalui penguatan infrastruktur dasar.

Baca juga : Dubes Abdalfatah Alsattari Peringati 78 Tahun Nakba Bersama Sahabat

Salah satu fokus pembahasan ialah pengembangan Sofifi sebagai ibu kota provinsi. Meski telah ditetapkan secara administratif, Sofifi masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar dan akses transportasi.

Saat ini akses menuju Sofifi masih bergantung pada Bandara Sultan Babullah di Ternate yang dilanjutkan dengan perjalanan laut.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong percepatan pembangunan koridor strategis Trans Kie Raha yang menghubungkan Sofifi dengan kawasan industri utama di Weda dan Buli.

Adsense

Proyek tersebut diproyeksikan memangkas waktu tempuh dari 3,5 hingga 5 jam menjadi sekitar 1 jam.

Selain memperkuat konektivitas logistik, pembangunan jalan Trans Kie Raha juga diharapkan mempercepat distribusi kebutuhan pangan menuju kawasan industri dan lumbung pangan.

Baca juga : Semen Padang Bidik Kado Perpisahan Manis di Haji Agus Salim

Maluku Utara saat ini menjadi salah satu pusat industri nikel dunia. Sekitar 100 dari 166 smelter nasional berada di wilayah tersebut dengan kontribusi mencapai 50 persen produksi nasional.

Aktivitas ekonomi dari sektor tersebut disebut mencapai hampir Rp 150 triliun per tahun.

Ke depan, pengembangan industri baterai berbasis nikel di Weda dan Buli, termasuk investasi mitra global, diharapkan semakin memperkuat posisi Maluku Utara dalam rantai pasok kendaraan listrik dunia.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp 2,9 triliun kepada pemerintah pusat.

Usulan itu mencakup pembangunan jalan, perbaikan infrastruktur dasar, irigasi, hingga penanganan pascabencana.

Baca juga : Kakorlantas Pastikan Polantas Siaga Saat Libur Long Weekend

Menanggapi hal itu, Menko AHY menyatakan Kemenko Infrastruktur akan memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pembangunan di Maluku Utara.

“Kami melihat adanya visi yang kuat dan perencanaan yang matang. Kemenko Infrastruktur akan mengoordinasikan usulan ini dengan Bappenas, Kementerian PU, serta kementerian teknis lainnya agar pembangunan infrastruktur, khususnya jalan strategis, dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar AHY.

AHY juga menekankan pentingnya pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan agar Maluku Utara dapat menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia Timur pada 2029.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense