RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi gerak cepat Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Program 3 Juta Rumah.
Hingga saat ini, realisasi KPP mencapai sekitar 76 persen atau senilai Rp9,2 triliun dengan total 66.328 debitur. Sementara itu, realisasi FLPP mencapai sekitar 12.500 unit dari target 60.000 unit rumah subsidi pada 2026.
"Capaian itu menjadikan BRI sebagai bank BUMN dengan realisasi KPP tertinggi secara nasional," kata Maruarar saat bertemu Direktur Utama BRI, Hery Gunardi di Jakarta, Senin (25/5/2026) sore.
Dalam pertemuan tersebut, Maruarar juga mendorong BRI mengkaji pembiayaan rumah susun (rusun) subsidi melalui skema FLPP sebagai solusi penyediaan hunian di kawasan perkotaan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan hunian layak dan terjangkau.
Baca juga : Genjot Diversifikasi Bisnis, MBAP Raih Pendapatan Rp 2,9 Triliun di 2025
"Kami mendorong BRI melakukan kajian pasar agar program rusun benar-benar bisa direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Terkait KPP, Maruarar mengungkapkan, plafon pembiayaan BRI meningkat dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun. Hingga saat ini, realisasi penyaluran telah mencapai Rp9,2 triliun dengan total 66.328 debitur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 752 debitur berasal dari sisi supply dan 65.576 debitur dari sisi demand.
Menurut Maruarar, capaian tersebut menunjukkan komitmen kuat BRI dalam mendukung program perumahan rakyat.
"BRI juga sangat aktif melakukan sosialisasi KPP. Hingga kini sudah empat kali sosialisasi dilakukan dan ditargetkan mencapai 10 kali sepanjang 2026. Ini menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung program perumahan dan pengembangan UMKM," katanya.
Baca juga : Kinerja Solid, Laba Bersih BCA Tembus Rp 14,7 Triliun Hingga Maret 2026
Untuk program FLPP, BRI menargetkan penyaluran 33.000 rumah subsidi, dan berhasil merealisasikan 32.206 unit pada 2025. Sedangkan pada 2026 target meningkat menjadi 60.000 unit dan hingga kini telah terealisasi sekitar 12.500 unit.
Selain pembiayaan perumahan, Maruarar dan jajaran BRI juga membahas program gentengisasi di Jawa Barat yang menjadi bagian dari Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sekaligus upaya pemberdayaan UMKM pengrajin genteng lokal.
"Kami ingin UMKM terus tumbuh dan mendapat kesempatan. Namun kualitas produk untuk masyarakat juga harus terjaga. Karena itu sertifikasi dan standar mutu menjadi sangat penting," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan, pihaknya siap mendukung berbagai program pemerintah, khususnya di sektor perumahan rakyat.
Baca juga : MedcoEnergi Bukukan Laba Bersih Rp 1,7 Triliun pada 2025
"Kami mendukung penuh program pemerintah di bidang perumahan agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. BRI juga terus memperkuat dukungan pembiayaan perumahan melalui berbagai skema yang tersedia," ujar Hery.
Rakor Pemulihan Sumatera
Sebelumnya, Maruarar menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Pemerintah Wilayah Sumatera di Gedung Senayan DPR, Jakarta.
Saat ini terdapat 2.603 unit hunian yang sedang diproses. Sebagian di antaranya telah diserahkan kepada Kementerian Dalam Negeri sejak dua bulan lalu. Dalam waktu dekat, tambahan rumah akan diserahkan kepada masyarakat di Aceh dan Sumatera Utara dengan dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi serta pemerintah daerah setempat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.