BREAKING NEWS
 

MBG Jadi Strategi Turunkan Stunting

Menteri Wihaji Pastikan Ibu Hamil Dan Balita Diutamakan

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Jumat, 5 Juni 2026 06:55 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji. Foto: Dok. Kemendukbangga

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan yang lebih menyeluruh.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita berjalan tepat sasaran sebagai bagian dari strategi nasional mempercepat penurunan stunting.

Saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Wihaji menegaskan, pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi dan peningkatan kualitas hunian menjadi kunci untuk mencapai target prevalensi stunting sebesar 14 persen pada 2026.

Dalam kunjungan ke Kecamatan Lawe Sumur, Selasa (2/6/2026), Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menyerahkan bantuan pembangunan rumah layak huni senilai Rp 50 juta kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS). Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah mengatasi berbagai faktor yang menjadi penyebab stunting di masyarakat.

Salah satu keluarga yang dikunjungi adalah keluarga Ibu Mira, warga Desa Kisam. Dari hasil peninjauan, rumah yang ditempati dinilai belum layak huni, dengan akses air bersih yang terbatas serta sistem sanitasi yang kurang memadai. Saluran pembuangan jamban bahkan masih mengalir ke area sekitar dapur.

Menurut Wihaji, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga menyangkut kualitas hunian, sanitasi dan lingkungan tempat tinggal keluarga.

Baca juga : PSI Surabaya Siap Hadapi Tahapan Verifikasi Parpol

Sebagai bentuk intervensi langsung, pemerintah memberikan bantuan berupa uang tunai Rp 7 juta untuk pelunasan utang, stimulus pembangunan rumah layak huni sebesar Rp 50 juta, serta bantuan sembako bagi keluarga tersebut.

“Ini perintah langsung dari Presiden untuk mengatasi berbagai macam masalah yang menjadi penyebab stunting,” kata Wihaji.

Dijelaskan, sejumlah faktor masih menjadi pemicu utama stunting di Indonesia, antara lain kekurangan gizi kronis, buruknya sanitasi, minimnya akses air bersih, serta tingginya angka pernikahan dini. Karena itu, Pemerintah terus mendorong pendekatan yang lebih komprehensif melalui berbagai program lintas sektor.

Wihaji menegaskan, Pemerintah berkomitmen menekan angka stunting nasional sesuai target yang telah ditetapkan. Setelah prevalensi stunting berhasil ditekan menjadi 18 persen pada 2025, Pemerintah menargetkan penurunan lebih lanjut hingga mencapai 14 persen pada 2026.

Adsense

“Kami ingin memastikan setiap keluarga memiliki lingkungan yang sehat dan layak sehingga anak-anak dapat tumbuh optimal dan terhindar dari risiko stunting,” ujarnya.

Pada Rabu (3/6/2026), mantan Bupati Batang, Jawa Tengah itu melanjutkan kunjungan dengan meninjau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulonas 02 di Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara.

Baca juga : Nasdem Dukung Prabowo Lakukan Diplomasi Intensif

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan optimal dan tepat sasaran, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di bawah dua tahun.

Dalam kesempatan itu, Wihaji meninjau langsung proses pengolahan makanan, penerapan standar kebersihan, hingga mekanisme distribusi makanan kepada para penerima manfaat. Dia menegaskan, Pemerintah berkomitmen memastikan layanan gizi yang diberikan melalui Program MBG benar-benar dirasakan masyarakat.

“Saya diamanahkan Presiden untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis diterima masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. SPPG menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini,” ujar Wihaji.

Saat ini, SPPG Pulonas 02 melayani 2.316 porsi makanan bergizi setiap hari untuk peserta didik. Selain itu, dapur gizi tersebut juga menyiapkan 463 porsi khusus bagi kelompok sasaran MBG yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di bawah dua tahun.

Menurutnya, penyediaan makanan bergizi yang aman, sehat, dan berkualitas merupakan langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mempercepat penurunan angka stunting.

“Melalui penyediaan makanan bergizi yang aman dan berkualitas, kita berharap dapat mendukung tumbuh kembang anak serta mempercepat upaya pencegahan stunting di daerah,” katanya.

Baca juga : OJK & LPS Perkuat Tata Kelola Sistem Keuangan

Program MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan program yang sangat spesifik karena berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak.

Karena itu, keberhasilannya membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pelaksana lapangan, hingga masyarakat. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Jumat, 5 Juni 2026 dengan judul "MBG Jadi Strategi Turunkan Stunting Menteri Wihaji Pastikan Ibu Hamil Dan Balita Diutamakan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense