Dark/Light Mode

Pertemuan JCBC Ke-17 Di Jakarta

Lewat Pantun, RI-Malaysia Perkuat Benteng Ekonomi

Jumat, 5 Juni 2026 06:10 WIB
Menlu RI Sugiono (kanan) dan Menlu Malaysia Mohammad bin Hasan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id
Menlu RI Sugiono (kanan) dan Menlu Malaysia Mohammad bin Hasan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebuah pantun menjadi pembuka hangat dalam pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-17 antara Indonesia dan Malaysia yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyambut Menlu Malaysia Mohammad bin Hasan atau yang akrab disapa Tok Mat, tepat pukul 10.10 WIB. Keduanya berjabat tangan sebelum menandatangani buku tamu dan memasuki ruang pertemuan bersama delegasi masing-masing.

Suasana terasa hangat saat Sugiono membuka pertemuan dengan sebuah pantun.

“Pagi-pagi makan nasi lemak, kita gembira sambut hormat, persahabatan Indonesia-Malaysia semakin erat,” kata Sugiono.

Dalam pertemuan tersebut, Sugiono didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Asia Pasifik dan Afrika Kemlu Santo Darmosumarto, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Mohammad Iman Hascarya Kusumo, Direktur Asia Tenggara Kemlu Nadia Sumampouw, Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemlu Andi Aron, serta Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan Kemlu Yvonne Mewengkang.

Sementara, Tok Mat didampingi Sekretaris Jenderal Kemlu Malaysia Amran Mohamed Zin, Direktur Jenderal Urusan Maritim Kemlu Malaysia Adina Kamarudin, Undersecretary, Southeast Asia Division Kemlu Malaysia, Ambassador Suzilah Mohd Sidek, Principal Assistant Secretary, Southeast Asia Division Kemlu Malaysia Nurriha Ahmad, serta Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Farzamie Sarkawie.

Baca juga : Audi Marisa, Rayakan Ultah Ke-31 Sendirian

Pertemuan kedua Menlu itu berlangsung tertutup sekitar 1,5 jam. Kemudian, keduanya menggelar pernyataan pers bersama.

Sugiono menegaskan, Malaysia bukan sekadar negara sahabat bagi Indonesia. Kedua negara memiliki kedekatan historis dan kultural yang kuat. Mulai dari kesamaan bahasa dan budaya hingga sama-sama menjadi bagian dari ASEAN.

“JCBC merupakan instrumen penting dalam menerjemahkan kedekatan, persaudaraan dan hubungan dekat kedua negara menjadi sesuatu yang lebih konkret untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Sugiono.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri membahas berbagai isu strategis. Mulai dari peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi, perlindungan warga negara, hingga stabilitas kawasan dan tantangan global.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah penguatan perdagangan dan investasi di kawasan ASEAN. Tok Mat menilai, negara-negara ASEAN perlu semakin mempererat hubungan ekonomi di tengah berbagai gejolak global. Termasuk konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada rantai pasok serta perekonomian dunia.

“Kita perlu meningkatkan perdagangan dan investasi sesama negara ASEAN agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca juga : Cerita Unta & Koper Jelang Kepulangan

Selain itu, kedua negara juga membahas perlindungan dan kesejahteraan warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia.

Pemerintah Malaysia menegaskan komitmennya untuk menjamin akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia sebagai bagian dari penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

Malaysia juga akan mempertimbangkan usulan Indonesia terkait perluasan kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia di sektor-sektor baru, termasuk bidang perawatan dan kesehatan.

“Kami akan diskusikan lebih lanjut. Tetapi saya berkeyakinan ini salah satu usulan yang baik bagi industri kesehatan Malaysia secara keseluruhan,” ucap Tok Mat.

Di luar isu ekonomi dan ketenagakerjaan, kedua negara membahas perkembangan penyelesaian sejumlah persoalan perbatasan darat maupun maritim. Menurut Tok Mat, beberapa isu tersebut telah memasuki tahap akhir pembahasan.

Hasil pembahasan JCBC ke-17 akan dibawa ke Pertemuan Tahunan atau Annual Consultation kedua pemimpin negara di Malaysia.

Baca juga : Iran Siapkan Pemakaman Khamenei: Waktunya 3 Hari, Akan Dihadiri 20 Juta Orang

“Sebagai tindak lanjut, kedua negara akan mempersiapkan pertemuan tahunan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini,” pungkasnya.

JCBC ke-17 merupakan tindak lanjut dari Pertemuan Tahunan ke-13 atau Annual Consultation antara Perdana Menteri Malaysia dan Presiden RI yang digelar di Jakarta pada 29 Juli 2025.

Terakhir kali, JCBC Indonesia-Malaysia diselenggarakan pada November 2018. Karena itu, pertemuan kali ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama bilateral di tengah dinamika geopolitik dan gangguan rantai pasok global. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 5 Juni 2026 dengan judul "Pertemuan JCBC Ke-17 Di Jakarta Lewat Pantun, RI-Malaysia Perkuat Benteng Ekonomi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.