BREAKING NEWS
 

Siapkan KPR Subsidi 40 Tahun

Menteri PKP Lapor Progres Rusun Meikarta Ke Prabowo

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Selasa, 9 Juni 2026 23:02 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria mencoba ayunan sebagai fasilitas taman bermain di hunian warga bantaran rel kereta di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026). Foto: RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melaporkan perkembangan sejumlah program perumahan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/6/2026) siang.

Dalam pertemuan tersebut, Maruarar menyampaikan progres pembangunan rumah susun (rusun) subsidi Meikarta yang saat ini berjalan sesuai rencana.

"Saat ini proyek tersebut telah menyelesaikan tahap land clearing dan groundbreaking. Sementara pemasaran melalui akad pemesanan ditargetkan dimulai pada akhir 2026," kata Maruarar usai pertemuan dengan Presiden

Menurutnya, pemerintah tengah menyiapkan berbagai kebijakan untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian. Salah satunya melalui perpanjangan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi hingga 40 tahun

"Kami bersama Tapera, Kementerian Keuangan, Kementerian Ketenagakerjaan dan OJK sedang menyiapkan kebijakan agar tenor KPR subsidi bisa diperpanjang hingga 40 tahun sehingga semakin terjangkau bagi masyarakat," ujarnya

Baca juga : Menteri Ara: Sultra Harus Jadi Produsen Genteng, Bukan Sekadar Pasar

Selain tenor yang lebih panjang, regulasi rusun subsidi juga akan mengatur pemberian subsidi pemerintah dengan pilihan unit satu, dua hingga tiga kamar. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menarik minat masyarakat, pengembang maupun perbankan.

Dalam kesempatan itu, Maruarar juga melaporkan arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat program renovasi rumah tidak layak huni.

"Jika pada 2025 hanya sekitar 45 ribu rumah yang direnovasi, pada tahun ini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 400 ribu unit," ujarnya

Menurutnya, peningkatan anggaran bedah rumah akan membuat program tersebut menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah. Seperti di wilayah Papua, Kalimantan, Sulawesi Tenggara, Yogyakarta hingga Lampung

Adsense

"Tahun depan program bedah rumah akan ditingkatkan lebih masif lagi karena selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat, program ini juga menggerakkan ekonomi daerah melalui penyerapan tenaga kerja dan kebutuhan bahan bangunan," katanya

Baca juga : PKP Gandeng Polri Dan BPN Kawal Pembangunan Rusun Astra Di Tanah Abang

Mantan anggota DPR RI ini menegaskan, terdapat dua solusi utama dalam mengatasi persoalan perumahan nasional. Pertama, program bedah rumah. Kedua, program rumah subsidi.

Selain itu, PKP juga terus memperkuat program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Hingga saat ini, penyaluran KUR Perumahan mencapai lebih dari Rp 12 triliun. Jumlah ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan UMKM sektor konstruksi, pengembang hingga toko bangunan

Hunian Senen Siap Diresmikan

Setelah menghadap Presiden, Ia bersama Kepala BP BUMN, Direktur Utama PT KAI dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono meninjau pembangunan hunian bagi warga bantaran rel kereta di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Hunian tersebut dibangun di atas lahan seluas 1,61 hektare dengan status Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT Angkasa Pura Indonesia. Di kawasan tersebut dibangun sebanyak 324 unit hunian yang diperuntukkan bagi warga bantaran rel kereta api. "Besok akan kami laporkan kepada Presiden bahwa hunian ini sudah siap," katanya

Untuk peresmiannya, PKP menargetkan hunian Senen diresmikan pada 15 Juni 2026 sebagai bagian dari program relokasi warga yang sebelumnya tinggal di kawasan rawan dan tidak layak huni.

Baca juga : Ungkap Alasan 2 Dirjen Mundur, Menteri PU: Bagian dari Proses Bersih-Bersih

"Saya mengucapkan terima kasih kepada DPR, BP BUMN, PT KAI, PT Angkasa Pura yang menyiapkan lahannya, serta kontraktor pelaksana yaitu Hutama Karya, PT PP dan Wijaya Karya. Ini contoh kolaborasi yang baik untuk kepentingan rakyat," ujarnya

Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, pada tahap awal penghuni akan menempati hunian secara gratis melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN, termasuk fasilitas listrik dan air. "Evaluasi akan dilakukan setelah enam bulan pertama," kata Dony

Hunian tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti taman bermain, tempat ibadah, dapur, toilet, dan fasilitas umum lainnya. Prioritas penerima manfaat adalah warga bantaran rel yang telah didata dan memenuhi kriteria

Menurut Dony, program relokasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung penataan kawasan bantaran rel guna mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense