BREAKING NEWS
 

IKD Percepat Penyaluran Bansos, Verifikasi Kini Cuma 2 Menit

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 19 Juni 2026 23:00 WIB
Foto: Ditjen Dukcapil Kemendagri.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperkuat digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) guna memastikan bantuan sosial tersalurkan lebih tepat sasaran, transparan, dan inklusif.

Melalui pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai basis data kependudukan pada Portal Perlinsos, proses verifikasi penerima bantuan kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar dua menit.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengatakan, digitalisasi Perlinsos merupakan wujud nyata transformasi digital pemerintah yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

"Inilah wujud nyata transformasi digital yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Teguh Setyabudi di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Komitmen percepatan transformasi digital tersebut dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2025 tentang Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah.

Baca juga : Kantah Jakut Luncurkan Fast Track, Urus Sertifikat Makin Cepat

Salah satu agenda utama komite tersebut adalah Program Digitalisasi Perlindungan Sosial yang dirancang untuk mentransformasi penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran melalui dukungan data kependudukan yang terintegrasi dan akses layanan yang lebih mudah bagi masyarakat.

Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil mendukung program tersebut dengan menjadikan IKD sebagai basis data tunggal (single source of truth) untuk berbagai layanan publik.

Integrasi IKD dengan Portal Perlinsos dilakukan melalui sistem Single Sign On (SSO), Face Recognition (FR), dan akses Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga seluruh proses berjalan lebih efisien dan akurat.

Transformasi ini membawa perubahan signifikan dalam layanan perlindungan sosial. Proses pendaftaran bantuan sosial yang sebelumnya dapat memakan waktu hingga 200 hari kini dapat diselesaikan hanya dalam dua menit.

Adsense

Portal Perlinsos juga dirancang lebih mudah diakses tanpa memerlukan aplikasi khusus dan dilengkapi fitur Usul Sanggah yang memungkinkan masyarakat melaporkan data yang tidak sesuai.

Baca juga : DKI Jakarta Perkuat Pengendalian Banjir dengan CCTV Terintegrasi

Dengan sistem yang terhubung langsung ke data kependudukan nasional, penyaluran bantuan sosial diharapkan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan transparan.

Uji coba awal Digitalisasi Perlinsos telah dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi pada 2025.

Dalam pelaksanaannya, aktivasi IKD difasilitasi bagi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, operator desa dan kelurahan, serta masyarakat calon penerima manfaat.

Sebanyak 359.079 kepala keluarga di Banyuwangi tercatat sebagai penerima bantuan sosial PKH dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Pada 2026, program uji coba diperluas ke 42 kabupaten dan kota sebagai bagian dari komitmen pemerintah mempercepat transformasi digital perlindungan sosial di berbagai daerah.

Baca juga : Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan

Selain mendukung program Perlinsos, Ditjen Dukcapil juga terus mengoptimalkan pemanfaatan data kependudukan untuk berbagai kebutuhan strategis.

Hingga saat ini, data kependudukan telah dimanfaatkan oleh 7.624 lembaga pengguna dengan total akumulasi akses mencapai 19,6 miliar kali.

Data tersebut digunakan untuk mendukung berbagai layanan publik, mulai dari perpajakan, penerbitan SIM, paspor, pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial.

Selain itu, data kependudukan juga dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pelaksanaan Pemilu dan Pilkada, penegakan hukum, serta upaya pencegahan tindak kriminal.

Melalui integrasi data kependudukan dan digitalisasi layanan, pemerintah berharap sistem perlindungan sosial nasional semakin efektif, akurat, dan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense