BREAKING NEWS
 

Komdigi Perkuat Peran Orang Tua, Dorong Anak Main Gim Sehat Dan Aman

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 23 Juni 2026 14:52 WIB
Kegiatan Gimtalks DARA: Main Gim Tetap Aman, Keluarga Jadi Nyaman. Foto: Komdigi

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperkuat peran keluarga dalam mendampingi anak memanfaatkan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan ekosistem gim yang sehat, aman, dan ramah anak di tengah meningkatnya penggunaan gim di kalangan anak dan remaja.

Meningkatnya intensitas bermain gim dinilai membawa dua sisi. Di satu sisi, gim dapat menjadi sarana pengembangan kreativitas dan kemampuan berpikir anak. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan berbagai tantangan terkait kesehatan digital dan pola pengasuhan di era teknologi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Komdigi bersama Keluargakita dan ParagonCorp dalam kegiatan edukatif bertajuk Gimtalks DARA: Main Gim Tetap Aman, Keluarga Jadi Nyaman.

Acara ini menghadirkan diskusi interaktif yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, hingga pelaku industri gim.

Baca juga : Perkuat Gizi dan Ekonomi Nelayan, KNTI Dorong Ikan Jadi Menu Wajib MBG

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Dwi Jalu Atmanto; Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Jiwa dan Kemitraan Kementerian Kesehatan, Yunita Restu Safitri; CEO Agate International, Shieny Aprilia; Psikolog Rangkul Bandung, Winy Nila Wisudawati; perwakilan Game Dev Bandung, Mikhael Martin dan Raffi Ramadhan; serta Direktur Keluargakita, Siti Nur Andini.

Melalui program Digital Addiction Response Assistance (DARA), Komdigi menghadirkan berbagai inisiatif edukasi dan pendampingan bagi orang tua agar mampu membangun kebiasaan digital yang sehat bagi anak.

Program ini dikembangkan melalui Indonesia Game Rating System (IGRS) bekerja sama dengan perusahaan digital wellbeing Riliv untuk menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan terkait adiksi gim pada anak dan remaja.

Kehadiran DARA diharapkan membantu keluarga mengenali tanda-tanda penggunaan gim yang berlebihan sekaligus memperoleh akses pendampingan yang tepat.

Adsense

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Baca juga : Jualan Daun Pisang Antar Mbah Painah Berhaji

“Perlindungan di dunia digital tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sharing responsibility. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus bersama keluarga, sekolah, komunitas, sektor kesehatan, dan industri. Ekosistem yang kuat dibangun bukan hanya karena kepentingan bersama, tetapi juga karena tanggung jawab yang dibagi bersama,” ujar Sonny.

Senada dengan itu, Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim Direktorat Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, Tita Ayuditya Surya, menilai peran orang tua semakin penting karena gim kini telah menjadi bagian dari keseharian anak-anak.

“Saat ini game sudah menjadi bagian dari keseharian anak-anak. Karena itu, orang tua dan lingkungan terdekat perlu ikut mendampingi mereka,” kata Tita.

Program Gimtalks DARA sendiri merupakan rangkaian roadshow yang digelar di empat kota dengan dukungan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH). Setelah diselenggarakan di Yogyakarta dan Bandung, kegiatan serupa akan berlanjut ke Surabaya dan Malang.

Melalui diskusi yang digelar, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital keluarga, kesehatan mental anak, pemilihan gim sesuai usia, hingga peran industri gim dalam menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak.

Baca juga : Kajati Lampung Danang Suryo Tegakkan Hukum Secara Humanis

Selain itu, masyarakat juga diedukasi mengenai pentingnya sistem klasifikasi usia gim melalui Indonesia Game Rating System (IGRS). Sistem ini diharapkan dapat membantu orang tua memilih konten yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak sehingga pengalaman bermain gim menjadi lebih aman dan bermanfaat.

Komdigi menegaskan bahwa pembangunan ekosistem gim yang sehat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan keluarga, sekolah, komunitas, industri, platform digital, serta tenaga profesional agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif, aman, dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, perkembangan industri gim nasional juga membuka peluang baru bagi generasi muda di sektor ekonomi kreatif dan teknologi digital. Karena itu, penguatan literasi digital menjadi kunci agar anak dan remaja Indonesia tumbuh sebagai generasi yang kreatif, produktif, serta mampu memanfaatkan ruang digital secara sehat.

Melalui DARA, Komdigi terus memperkuat literasi digital keluarga sebagai bagian dari pembangunan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui edukasi, pendampingan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat menikmati teknologi dan gim secara sehat, aman, dan produktif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense