BREAKING NEWS
 

Revitalisasi 17 Sekolah Di Pontianak

Mendikdasmen: Fasilitas Baik Tingkatkan Mutu Pendidikan

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 27 Juni 2026 07:00 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti, melaksanakan kunjungan kerja ke Pontianak pada (26/6/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menggelontorkan dana revitalisasi sarana dan prasarana senilai Rp 27,4 miliar untuk 17 satuan pendidikan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Bantuan tersebut diberikan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih layak, aman dan representatif.

Menurut Mu’ti, sekolah dengan fasilitas yang baik akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, sekaligus memacu semangat belajar peserta didik.

“Dengan sarana prasarana yang representatif, anak-anak akan lebih termotivasi untuk belajar dan orang tua akan semakin mendukung proses pendidikan,” kata Mu’ti saat kunjungan kerja ke Pontianak, Kalimantan Barat, dikutip Jumat (26/6/2026).

Dia menjelaskan, bantuan revitalisasi tersebut disalurkan kepada berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari TK, PAUD, SD, SMP, SMA hingga SMK.

Mu’ti menilai, program revitalisasi sekolah bagian dari kebijakan Pemerintah untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan melalui penyediaan fasilitas belajar yang layak dan aman bagi peserta didik.

Secara keseluruhan, kata Mu’ti, Pemerintah telah menggelontorkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk revitalisasi ratusan satuan pendidikan di Kalimantan Barat sepanjang 2025.

Baca juga : Kementrans Optimalkan Lahan HPL Dan SDM Petani

Bantuan tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah, termasuk pembangunan unit sekolah baru serta peningkatan fasilitas pendidikan khusus.

Dia melihat keberadaan sarana pendidikan yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung proses belajar mengajar, sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah.

Sementara, untuk program bantuan tahun 2026, Kemendikdasmen masih melakukan proses verifikasi terhadap calon penerima bantuan di Kalimantan Barat dengan target menjangkau 1.227 satuan pendidikan.

Khusus di Kota Pontianak, sebanyak 14 sekolah masuk dalam proses penyaluran bantuan tahun 2026 dan sebagian besar telah memasuki tahap penandatanganan perjanjian kerja sama serta pencairan dana.

“Untuk Kota Pontianak masih dalam progres. Mudah-mudahan jumlah sekolah yang menerima bantuan bisa terus bertambah,” ujarnya.

Adsense

Pemerintah berharap, program revitalisasi sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan berkualitas, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing di Kalimantan Barat.

Baca juga : Fokus Kerja, PKB Enggan Tanggapi Polemik Dalang Demo

Kepala SDN 05 Pontianak Timur Bona Ventura mengungkapkan rasa syukur atas program revitalisasi yang diterima sekolahnya. Menurutnya, perubahan fisik sekolah membawa dampak besar terhadap semangat belajar siswa maupun kenyamanan guru dalam menjalankan tugas.

“Bagi masyarakat di sekitar, sekolah kami tidak hanya berdiri tegak, tetapi menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir dalam membangun pendidikan hingga ke ruang yang paling kecil,” ujarnya.

Menurutnya, revitalisasi tersebut menghadirkan harapan baru bagi sekolah yang selama ini terkendala keterbatasan fasilitas belajar.

“Saya merasa ada harapan besar yang belum pernah bisa dimunculkan karena keterbatasan lingkungan belajar. Harapan itu akhirnya menjadi kenyataan ketika sekolah kami ditetapkan sebagai penerima program revitalisasi tahun 2025,” ucapnya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemerintah Kota Pontianak setiap tahun mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 100 miliar untuk rehabilitasi sekolah dan pembangunan sekolah baru.

Menurutnya, banyak sekolah dasar di Pontianak merupakan bangunan lama peninggalan program sekolah Inpres yang membutuhkan penanganan secara bertahap.

Baca juga : PSI Sulut Optimis Punya Fraksi Di DPRD Provinsi

Dia menjelaskan, sebelum direvitalisasi kondisi ruang belajar belum sepenuhnya mendukung penerapan Kurikulum Merdeka. Setelah revitalisasi dilakukan, suasana belajar menjadi lebih nyaman dan mendukung proses pembelajaran yang lebih aktif dan kolaboratif.

“Target kita pada tahun 2029, sekitar 95 persen sarana dan prasarana sekolah negeri di Kota Pontianak berada dalam kondisi baik dan representatif, termasuk fasilitas olahraga, halaman sekolah, pagar, toilet hingga kantin,” ujarnya.

Edi mengatakan, pada 2025 sebanyak 15 satuan pendidikan di Kota Pontianak memperoleh program revitalisasi dari pemerintah pusat, terdiri atas satu TK, empat SD, delapan SMP, dan dua SMA. Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan menyasar 12 satuan pendidikan lainnya.

“Total ada 27 satuan pendidikan yang mendapatkan revitalisasi,” katanya.

Dia berharap, dukungan Pemerintah Pusat dapat terus berlanjut. Termasuk dalam pemenuhan sarana pendukung pembelajaran berbasis digital guna mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Kota Pontianak. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Sabtu, 27 Juni 2026 dengan judul "Revitalisasi 17 Sekolah Di Pontianak Mendikdasmen: Fasilitas Baik Tingkatkan Mutu Pendidikan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense