Dark/Light Mode

Eropa Mengalami Gelombang Panas Ekstrem

Korban Jiwa Berjatuhan, Rumah Sakit Kewalahan

Sabtu, 27 Juni 2026 06:10 WIB
Dua wanita melompati selang air yang dijadikan air mancur dadakan di tengah cuaca panas di Rudolfplatz Square, Jerman, Kamis (25/6/2026). Foto: REUTERS/Thilo Schmuelgen
Dua wanita melompati selang air yang dijadikan air mancur dadakan di tengah cuaca panas di Rudolfplatz Square, Jerman, Kamis (25/6/2026). Foto: REUTERS/Thilo Schmuelgen

RM.id  Rakyat Merdeka - Eropa benar-benar seperti oven raksasa. Sedikitnya 101 juta warga di benua biru itu terpapar suhu di atas 35 derajat Celsius. Korban jiwa terus berjatuhan, layanan darurat kewalahan hingga sekolah-sekolah ditutup.

Di Spanyol, sistem pemantauan angka kematian, Daily Mortality Monitoring System, memperkirakan, sebanyak 212 orang meninggal sejak Minggu (21/6/2026) hingga Rabu (24/6/2026) berkaitan dengan cuaca panas ekstrem. Negara itu juga mencatat rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni.

Inggris tak kalah panas. Negara tersebut mencatat hari terpanas sepanjang sejarah untuk bulan Juni dengan suhu mencapai 36,4 derajat Celsius di Somerset.

Cuaca ekstrem memicu lonjakan kasus gawat darurat. Layanan Ambulans London mencatat rekor 642 panggilan Kategori 1 dalam sehari. Yakni kasus paling kritis seperti henti jantung dan pasien yang tidak bernapas.

Di Prancis, sedikitnya tiga orang di wilayah Pas-de-Calais diduga meninggal akibat gelombang panas. Seorang bocah berusia tiga tahun juga ditemukan tewas di dalam mobil di pinggiran Paris saat suhu menembus 40 derajat Celsius pada Rabu (24/6/2026). Dua anak lainnya meninggal dalam insiden serupa pada pekan ini.

Tak hanya itu, sedikitnya 48 orang dilaporkan tewas akibat tenggelam untuk mendinginkan tubuh di berbagai wilayah Prancis selama cuaca panas berlangsung.

Tekanan terhadap layanan kesehatan juga meningkat tajam. Dalam 24 jam, Paris mencatat 25 kasus henti jantung, jauh di atas angka normal yang biasanya kurang dari 10 kasus.

Baca juga : No Na Bersinar Di Pentas Dunia

Secara nasional, kunjungan ke instalasi gawat darurat akibat penyakit terkait panas meningkat hingga empat kali lipat.

Pemerintah Prancis pun mengambil langkah-langkah khusus dalam menghadapi gelombang panas ekstrem yang menyelimuti wilayahnya. Salah satunya dengan menonaktifkan sejumlah reaktor nuklir sebagai langkah perlindungan lingkungan.

Penonaktifan reaktor nuklir dimaksudkan untuk menghindari pembuangan air panas dalam jumlah berlebih ke sungai-sungai yang suhunya sudah meningkat akibat suhu panas ekstrem.

Tidak hanya mematikan reaktor nuklir, otoritas Prancis melarang konsumsi minuman beralkohol di tempat umum mulai Jumat (26/6/2026) waktu setempat. Penjualan minuman beralkohol juga ikut dibatasi untuk mengurangi risiko munculnya kasus baru dan meringankan beban rumah sakit.

Seperti dilansir AFP, pembatasan itu dilakukan karena rumah-rumah sakit di dalam dan di sekitar Paris kewalahan menangani pasien di tengah gelombang panas ekstrem.

Sementara, Pemerintah Italia menyarankan warganya tidak beraktivitas di luar ruangan di atas pukul 10 pagi hingga pukul 3 sore.

Di Jerman, lebih dari 20 orang meninggal dalam kecelakaan saat berenang sejak akhir pekan lalu.

Baca juga : Jokowi Mulai Blusukan Hari Ini

Sementara, Swiss memecahkan rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni setelah Kota Basel mencatat suhu 38 derajat Celsius, melampaui rekor sebelumnya yang bertahan hampir 80 tahun.

Belanda untuk pertama kalinya mengeluarkan peringatan merah akibat gelombang panas. Jerman, Austria, Italia dan Republik Ceko juga diperkirakan menghadapi suhu yang terus melonjak dalam beberapa hari ke depan, bahkan mencapai 40 derajat Celsius di sejumlah wilayah.

Fenomena panas ekstrem juga berdampak pada sektor pertanian. Ratusan ribu unggas di Prancis dilaporkan mati akibat suhu yang terlalu tinggi. Sementara produksi susu sapi ikut menurun karena ternak mengalami stres panas.

Clement Blanchard, peternak ayam berusia 32 tahun di Pays de la Loire—wilayah peternakan unggas terbesar kedua di Prancis—mengaku telah kehilangan sekitar 700 ekor ayam dalam beberapa hari terakhir, dibandingkan dengan biasanya hanya satu atau dua ekor per hari.

“Kami menghadapi masalah yang sama dengan hewan-hewan seperti yang kami alami sendiri. Mereka sangat menderita akibat panas, sehingga pada saat-saat seperti ini tingkat kematian menjadi sangat tinggi,” katanya di peternakannya di Saint-Andre-Goule-d’Oie, kepada Reuters.

Dampak gelombang panas juga terasa di sektor pendidikan. Menteri Pendidikan Prancis Edouard Geffray mengatakan, sekitar 13.500 sekolah ditutup atau menerapkan jadwal khusus pada Kamis. Sedangkan di Inggris, lebih dari 1.000 sekolah ditutup sepenuhnya atau sebagian.

Wakil Direktur Copernicus Climate Change Service Uni Eropa Samantha Burgess menjelaskan, gelombang panas dipicu fenomena heat dome. Yaitu kubah udara panas dari Afrika Utara yang terperangkap dalam sistem tekanan tinggi, sehingga menghalangi masuknya udara yang lebih sejuk.

Baca juga : IHSG Dan Rupiah Masih Naik Turun

Menurut Burgess, meski heat dome merupakan fenomena alam, perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat gelombang panas menjadi semakin sering terjadi, lebih parah dan berpotensi memecahkan rekor suhu baru.

Menurut kelompok ilmuwan World Weather Attribution (WWA), gelombang panas kali ini merupakan yang paling parah yang pernah tercatat di kawasan Eropa Barat. Mereka menyebut peristiwa tersebut hampir mustahil terjadi tanpa pemanasan global yang dipicu aktivitas manusia.

Analisis WWA menunjukkan, suhu malam yang sangat panas kini 100 kali lebih mungkin terjadi dibandingkan dua dekade lalu. Hampir separuh dari lebih 800 kota yang dianalisis mengalami atau diperkirakan akan mengalami tingkat tekanan panas tertinggi untuk akhir Juni. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Sabtu, 27 Juni 2026 dengan judul "Eropa Mengalami Gelombang Panas Ekstrem Korban Jiwa Berjatuhan, Rumah Sakit Kewalahan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.