Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sinergi Untuk Swasembada Nasional
Kementrans Optimalkan Lahan HPL Dan SDM Petani
Sabtu, 27 Juni 2026 06:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) siap memanfaatkan lahan Hak Pengelolaan (HPL) transmigrasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) petani transmigran untuk mendukung program prioritas nasional ketahanan pangan.
Langkah tersebut ditempuh melalui sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga agar target swasembada pangan dapat dicapai secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menyampaikan sambutan dalam Exit Meeting Gabungan Pemeriksaan Tematik Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Bagi kami, pemeriksaan bukan semata-mata instrumen pengawasan. Pemeriksaan adalah cermin. Melalui cermin itulah kami dapat melihat dengan lebih jernih apa yang telah berjalan baik, apa yang masih perlu diperbaiki, serta apa yang harus segera disempurnakan,” ujar Iftitah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026).
Baca juga : Fokus Kerja, PKB Enggan Tanggapi Polemik Dalang Demo
Dalam pertemuan tersebut, Iftitah menyoroti pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) dalam pembangunan sektor pangan.
Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan sumber daya, efisiensi pemanfaatan anggaran, serta keberlangsungan sarana pendukung di lapangan.
Sebagai contoh, Kementrans menemukan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di sejumlah kawasan transmigrasi dan memerlukan sistem pemeliharaan yang lebih baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Ketika alsintan mengalami kerusakan, kemampuan petani untuk memperbaikinya sering kali terbatas. Kami memandang perlu adanya dukungan bengkel atau layanan pemeliharaan di lokasi-lokasi yang menerima bantuan alsintan dalam jumlah besar, sehingga investasi negara benar-benar memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.
Baca juga : PSI Sulut Optimis Punya Fraksi Di DPRD Provinsi
Selain itu, Iftitah menekankan pentingnya diversifikasi pangan sebagai strategi jangka panjang untuk menghadapi keterbatasan lahan dan pertumbuhan jumlah penduduk. Untuk itu, Kementrans tengah mengembangkan proyek percontohan budidaya ubi jalar sebagai salah satu alternatif sumber pangan selain beras.
Menteri asal Partai Demokrat itu menilai, pengembangan pangan nasional juga harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Termasuk efisiensi penggunaan air, sehingga ketahanan pangan dapat berjalan seiring dengan ketahanan lingkungan dan energi.
Pelaksana Tugas (Plt) Anggota IV BPK Nyoman Adhi Suryadnyana mengatakan, pertemuan ini diharapkan dapat membangun pemahaman bersama mengenai tata kelola pangan nasional. BPK ingin memastikan efektivitas pelaksanaan program ketahanan pangan di lapangan.
“Pada kesempatan pertama sekaligus Exit Meeting ini kita bersama-sama memahami bagaimana pelaksanaan ketahanan pangan di Indonesia, apakah benar-benar sudah sesuai dengan harapan Presiden dan BPK,” ujar Nyoman.
Baca juga : Bring Barrel Home Perkuat Kendali RI Atas Rantai Pasok Energi
Dikatakan, hasil audit beserta rekomendasi yang diberikan harus mampu mendorong perbaikan yang bersifat substantif dari hulu hingga hilir, bukan sekadar memenuhi aspek administratif.
Ke depan, seluruh kementerian dan lembaga terkait berkomitmen menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK, terutama melalui penguatan sistem informasi pangan yang terintegrasi, harmonisasi regulasi, serta peningkatan sinergi program swasembada pangan dari tingkat pusat hingga desa.
Exit Meeting tersebut dihadiri kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pencapaian target ketahanan pangan. Antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Polri. ASI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Sabtu, 27 Juni 2026 dengan judul "Sinergi Untuk Swasembada Nasional Kementrans Optimalkan Lahan HPL Dan SDM Petani"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya