BREAKING NEWS
 

Menkop Tekankan Koperasi Beri Ruang Mahasiswa Berwirausaha

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Selasa, 30 Juni 2026 19:07 WIB
Menkop Ferry Juliantono Koperasi saat menyampaikan Literasi Perkoperasian bagi Generasi Muda secara daring, Selasa (30/6/2026). (Foto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kampus akan menjadi pelopor dalam penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi. Koperasi masa kini telah merambah berbagai sektor strategis, dari ekonomi digital, pertanian modern, dan industri kreatif, hingga pangan, kesehatan, pariwisata, dan ekonomi hijau.

Transformasi ini membuka peluang nyata bagi generasi muda, terutama mahasiswa, untuk membangun kewirausahaan secara kolektif.

Hal itu ditegaskan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dalam Literasi Perkoperasian bagi Generasi Muda “Saatnya Anak Muda Peduli Koperasi” yang merupakan kegiatan sinergi Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Universitas Padjajaran.

Mendukung penguatan wirausaha koperasi, Menkop menegaskan bahwa Kementerian Koperasi terus melakukan transformasi koperasi menuju koperasi modern.

Penguatan koperasi menuju koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, dikelola secara profesional oleh sumber daya manusia unggul, berbasis teknologi digital, serta mampu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.

Baca juga : Kemenkop dan Dekranas Optimalkan Potensi Gula Kelapa Kebumen

"Oleh karena itu, kami menyambut baik keterlibatan mahasiswa Universitas Padjadjaran, komunitas kewirausahaan kampus, dan berbagai unit usaha mahasiswa dalam kegiatan ini. Keterlibatan para mahasiswa menunjukkan bahwa kampus memiliki kontribusi besar bagi pusat perubahan," ujar Ferry dalam sambutan yang disampaikan secara daring, Jakarta Selasa (30/6/2026).

Dalam sambutannya, Ferry menyampaikan tiga pesan: pertama, bangun pola pikir kewirausahaan dan jangan takut gagal dengan menjadikan kampus sebagai wadah eksperimen dan inovasi. ​

Kedua, manfaatkan koperasi sebagai wadah kolaborasi karena di era ekonomi digital kolaborasi jauh lebih penting daripada kompetisi semata, dan ketiga, jadilah generasi yang tidak hanya mengejar kepuasan materi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.

"Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan lebih banyak inspirasi bagi para mahasiswa modern, dan mendorong inovator-inovator baru. Kita jadikan kampus, khususnya Universitas Padjadjaran, sebagai pusat lahirnya wirausahaan dan koperasi modern Indonesia," kata Ferry.

Adsense

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari mengemukakan kegiatan literasi diikuti oleh 250 mahasiswa Unpad yang tergabung dalam komunitas kewirausahaan mahasiswa, Unpad Preneur.

Baca juga : Kemhan Jelaskan Mengapa Manajer Koperasi Merah Putih Harus Ikut Latsarmil

Mahasiswa juga menghadirkan produk inovatif yang diikuti 49 tim wirausaha muda Padjajaran.

"Besar harapan kami, produk-produk ini bisa masuk ke dalam gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ketika skala ekonominya tercapai, teman-teman wirausaha muda ini akan menjadi pengusaha kebanggaan bangsa dengan badan hukum koperasi," kata Destry.

Melalui literasi dan pemanfaatan teknologi, Destry mengatakan, generasi muda dapat melihat koperasi bukan sebagai lembaga yang kuno melainkan sebagai solusi ekonomi yang modern.

Ia meyakinkan bahwa koperasi menjadi wadah kolaborasi anak muda untuk mengembangkan usaha yang produktif, kreatif berdaya saing dengan skala ekonomi.

Dengan adanya sinergi pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat menjadi fondasi penguatan ekosistem koperasi massa depan. Sinergi antara Kemenkop dengan Unpad menghasilkan peluncuran riset yang dipimpin Direktur Riset Hilirisasi dan Pengabdian Pada Masyarakat Unpad Dwi Purnomo, terkait Pengembangan Asisten Digital Koperasi dan Instrumen Readiness Score.

Baca juga : Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Beri Ruang Inovasi Bagi Direksi

Rektor Universitas Padjajaran Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengakui perkoperasian menjadi perbincangan hangat di masyarakat saat ini.

Banyak narasi mengenai Koperasi Desa/Keluarahan Merah Putih sehingga membuat koperasi seolah-olah sesuatu yang aneh dan perlu dihindari.

"Saya percaya koperasi adalah sesuatu yang baik karena itu sudah dipikirkan oleh para founding fathers kita. Bahwa koperasi adalah bagian dari UUD 1945, khususnya pasal 33 yang menyatakan bahwa ekonomi harus kita kembangkan secara bergotong royong demi kemajuan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Arief.

Ia mengatakan meskipun banyak narasi yang keliru terhadap perkoperasian, namun anak muda harus melihat koperasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian.

Arief juga sekaligus meminta para mahasiswa untuk mengawal dan mengimpllementasikan nilai-nilai koperasi dengan cara yang lebih baik dan modern.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense