BREAKING NEWS
 

Hadapi El Nino, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Di Jabar Tetap Aman

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Senin, 6 Juli 2026 12:47 WIB
Bendungan Cipanas di Sumedang menjadi salah satu tampungan air yang dioptimalkan Kementerian PU untuk menjaga pasokan air irigasi selama ancaman El Nino 2026. Dok. Kementerian PU Deskripsi berita: Kementerian PU memperkuat mitigasi El Nino di Jawa Barat dengan mengoptimalkan bendungan, irigasi, personel, dan peralatan untuk menjaga pasokan air.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino 2026 di Jawa Barat. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, berbagai langkah antisipasi dilakukan sejak dini untuk menjaga ketersediaan air, menjamin layanan irigasi, dan mendukung ketahanan pangan nasional selama musim kemarau.

Menteri Dody Hanggodo mengatakan pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antisipasi El Nino guna memperkuat koordinasi lintas unit organisasi di lingkungan Kementerian PU.

Menurutnya, dampak El Nino tidak hanya mengancam sektor pertanian, tetapi juga dapat memengaruhi layanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan operasional bendungan.

"Untuk mengantisipasi El Nino, kami membentuk Satgas. Karena yang terdampak tidak hanya irigasi dan sawah yang kekeringan, tetapi mungkin di beberapa titik SPAM dan bendungan juga akan mengalami kekeringan," kata Dody dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).

Baca juga : Jalankan Amanah Prabowo, Komut Pertamina Pastikan Stok LPG Surabaya Aman

Sebagai langkah kesiapsiagaan, BBWS Cimanuk Cisanggarung mengoptimalkan sistem mitigasi melalui Unit Pengelola Prasarana Pengendali Banjir dan Kekeringan (UP3BK). Sistem tersebut mengintegrasikan pemantauan kondisi bendungan, bendung, daerah rawan kekeringan, pengaturan operasi air, layanan call center, Tim Reaksi Cepat (TRC), serta koordinasi lintas instansi agar setiap potensi gangguan terhadap layanan air dapat direspons dengan cepat.

Sebanyak 290 personel disiagakan selama musim kemarau untuk memastikan seluruh infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi optimal. Pemantauan dilakukan setiap hari terhadap sembilan bendungan, 33 embung, 23 situ, 25 bendung, serta jaringan irigasi di wilayah kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung.

Adsense

Hingga 30 Juni 2026, total volume tampungan air di sembilan bendungan, yakni Jatigede, Cipanas, Darma, Kuningan, Malahayu, Setupatok, Sedong, Bolang, dan Rancabeureum, masih mencapai sekitar 1,10 miliar meter kubik. Cadangan tersebut dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan air irigasi untuk lahan seluas sekitar 136.254 hektare selama musim kemarau.

Dalam pengoperasiannya, pelepasan air dari bendungan dilakukan secara terukur dengan menyesuaikan kondisi tampungan dan kebutuhan di lapangan. Pengaturan itu dilakukan untuk menjamin suplai air irigasi, penyediaan air baku, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sekaligus menjaga keseimbangan cadangan air.

Baca juga : Komut Pertamina M. Iriawan Pastikan Pasokan Energi Banyuwangi Aman

Selain menjaga pasokan air, Kementerian PU juga memperkuat jaringan irigasi. Pada Tahun Anggaran 2025, rehabilitasi jaringan irigasi utama dilakukan di 69 lokasi. Selain itu, peningkatan jaringan irigasi tersier melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) dilaksanakan di 441 lokasi, pembangunan irigasi melalui Instruksi Presiden di 69 lokasi, serta pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di 45 lokasi.

Sebagai bagian dari adaptasi perubahan iklim, BBWS Cimanuk Cisanggarung juga mendorong penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA). Metode ini mengatur pemberian air secara berselang sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien tanpa mengurangi produktivitas tanaman.

Kementerian PU juga telah menyiapkan berbagai skenario penanganan apabila kekeringan terjadi. Sebanyak 58 unit peralatan disiagakan, terdiri atas excavator, dump truck, trailer, mobil pompa, mobil tangki air, pompa air, pompa tenaga surya, mesin bor, hingga peralatan geolistrik.

Peralatan tersebut akan digunakan untuk mendukung distribusi air bersih, penyiraman lahan pertanian, pemanfaatan pompa air, survei geolistrik untuk mencari sumber air bawah tanah, hingga pembangunan sumur bor di wilayah yang mengalami kesulitan air.

Baca juga : Entaskan Kemiskinan Ekstrem, MSF Siapkan Aksi Nyata Di Berbagai Desa

Melalui berbagai langkah tersebut, Kementerian PU memastikan mitigasi ancaman El Nino dilakukan sejak dini melalui pengelolaan infrastruktur sumber daya air yang terintegrasi, penguatan operasi bendungan dan jaringan irigasi, serta kesiapan personel dan peralatan di lapangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense