Dark/Light Mode

Mentan Pastikan Pasokan CPO Untuk Program B50 Aman

Selasa, 30 Juni 2026 14:40 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Foto: Rakyat Merdeka)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Foto: Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk mendukung penerapan mandatori biodiesel B50 yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan nasional.

Amran mengatakan pemerintah telah menyiapkan seluruh kebutuhan pasokan bahan baku biodiesel sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan CPO. "Sudah aman, bahkan lebih," kata Amran di Jakarta dikutip dari Antara, Selasa (30/6/2026).

Menurut dia, produksi CPO nasional terus meningkat seiring naiknya produktivitas perkebunan sawit. Kenaikan produksi tersebut juga tercermin dari volume ekspor yang meningkat dari sekitar 26 juta ton menjadi 32 juta ton.

Baca juga : Komut Pertamina M. Iriawan Pastikan Kesiapan SAF Juanda-B50 Surabaya

Dengan peningkatan produksi itu, pemerintah meyakini kebutuhan CPO untuk program mandatori B50 tetap dapat dipenuhi tanpa mengganggu pasokan dalam negeri maupun komitmen ekspor Indonesia.

Amran menegaskan penerapan B50 bukan lagi tahap uji coba karena implementasi biodiesel B40 telah berjalan. Pemerintah kini hanya meningkatkan kadar campuran biodiesel menjadi 50 persen secara bertahap.

"Kan bukan uji coba, sudah jalan. Sudah jalan B40, tinggal naik B50, ini sudah running," ujarnya.

Baca juga : Jamintel Reda Manthovani Minta BPD Awasi Dana Desa dan Program MBG

Ia memastikan, masyarakat akan memperoleh bahan bakar B50 sesuai kebijakan pemerintah karena seluruh persiapan menjelang implementasi telah rampung.

Menurut Amran, penerapan mandatori B50 menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar solar.

Sebelumnya, Amran juga memastikan implementasi B50 tidak akan mengganggu pasokan minyak goreng di dalam negeri. Hal itu karena produksi minyak sawit Indonesia masih mencatat surplus yang cukup untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

Baca juga : Cipta Kridatama Siapkan Operator Andal Lewat Program ADOP Dukung Keberlanjutan

Produksi CPO nasional saat ini mencapai sekitar 52 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 juta ton dialokasikan untuk kebutuhan minyak goreng domestik, sementara ekspor diperkirakan mencapai 32 juta ton seiring meningkatnya produktivitas perkebunan sawit.

Sementara itu, kebutuhan CPO untuk mendukung implementasi program biodiesel B50 diperkirakan sekitar 5,3 juta ton dari total produksi nasional.

Pemerintah optimistis keseimbangan antara kebutuhan energi, pasokan minyak goreng masyarakat, dan ekspor sawit tetap dapat terjaga. Indonesia saat ini masih menjadi pemasok utama minyak sawit dunia dengan pangsa pasar sekitar 60 persen.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.