BREAKING NEWS
 

Purbaya Beberkan Kinerja APBN Semester I-2026, Pendapatan Negara Menguat

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 7 Juli 2026 20:20 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menghadiri Rapat Paripurna Ke-24 DPR Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I-2026 tetap sehat dan terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global, didukung pertumbuhan pendapatan negara dan peningkatan belanja pemerintah.

"Secara keseluruhan, capaian semester I menunjukkan bahwa momentum penerimaan negara berada pada jalur yang positif," kata Purbaya saat rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Menurut dia, hingga akhir Juni 2026, pendapatan negara mencatat pertumbuhan yang kuat dengan ditopang peningkatan penerimaan perpajakan, kepabeanan dan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Baca juga : Penjualan KGV3 Naik di Kuartal II 2026, Minat Investasi Poperti Meningkat

Dari sisi belanja, realisasi belanja pemerintah pusat pada semester I 2026 mencapai Rp 1.298,6 triliun atau meningkat 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Belanja tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, penyaluran Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, serta pembayaran gaji aparatur sipil negara, termasuk tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13.

Adsense

Sementara itu, transfer ke daerah telah terealisasi sebesar Rp 357,4 triliun atau 51,6 persen dari pagu APBN. Capaian tersebut menjadi realisasi transfer ke daerah tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Baca juga : DPR: Penertiban Aset Negara Mesti Bermanfaat Bagi Rakyat

Purbaya mengatakan APBN juga tetap menjalankan fungsinya sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan fiskal, termasuk mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna melindungi daya beli masyarakat.

Pemerintah, lanjut dia, juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah agar belanja negara semakin efektif dalam mendukung pembangunan.

"Peningkatan realisasi belanja pemerintah pusat pada tahun 2026 ini menjadi katalisator untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di semester pertama tahun 2026," ujarnya.

Baca juga : Afrika Selatan Vs Korea Selatan, Pengalaman Vs Kegentingan

Di sisi fiskal, defisit APBN hingga semester I-2026 tercatat sebesar Rp 734,3 triliun atau setara 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), yang menurut pemerintah masih berada dalam batas yang terkendali.

Ke depan, Purbaya menegaskan pemerintah akan terus menjaga kesehatan APBN melalui peningkatan kualitas belanja negara serta optimalisasi penerimaan tanpa menaikkan tarif pajak.

"APBN 2026 bekerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mendukung agenda prioritas pembangunan nasional dengan tetap menjaga tata kelola keuangan yang sehat, kredibel, dan akuntabel," kata Purbaya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense