RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Barat II di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Berada di kawasan dataran tinggi dengan udara yang sejuk, sekolah ini dirancang menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus dilengkapi fasilitas pendidikan berstandar internasional.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjalankan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas dan membangun sumber daya manusia unggul.
"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan," kata Dody dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno mengatakan, selain menawarkan suasana belajar yang nyaman, lokasi Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung juga mudah dijangkau.
Baca juga : Membangun Pendidikan Bermutu dari Sekolah Luar Biasa
Menurutnya, sekolah tersebut hanya berjarak sekitar 10 menit dari Gerbang Tol Soreang dan berada tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung.
"Dari sisi aksesibilitas, lokasinya cukup dekat dengan Gerbang Tol Soreang, sekitar 10 menit. Kemudian dekat juga dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung. Untuk iklimnya atau suhunya juga relatif dingin dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar," ujar Tomi.
Kementerian PU juga membangun sistem drainase terpadu untuk mengantisipasi tingginya curah hujan di kawasan tersebut. Salah satu infrastruktur pendukungnya adalah tiga kolam retensi yang berfungsi mengendalikan limpasan air agar tidak menyebabkan banjir di lingkungan sekolah maupun permukiman sekitar.
"Salah satu kelebihan Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung ini adalah kami membangun tiga kolam retensi di area site untuk mengendalikan banjir ketika curah hujan cukup tinggi, sehingga air dari sistem drainase kawasan tidak meluap ke permukiman warga," jelas Tomi.
Baca juga : PM Wong Undang Siswa Sekolah Garuda Ikuti Pertukaran Pelajar ke Singapura
Ketiga kolam retensi tersebut memiliki luas sekitar 620 meter persegi, 710 meter persegi, dan 240 meter persegi, dengan kapasitas tampung masing-masing mencapai 1.550 meter kubik, 1.775 meter kubik, dan 600 meter kubik.
Untuk mengejar target penyelesaian sebelum dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027, Kementerian PU menerapkan berbagai strategi percepatan pembangunan. Salah satunya dengan menambah jumlah tenaga kerja dan membagi jam kerja menjadi tiga shift yang berlangsung selama 24 jam.
Selain itu, pekerjaan finishing dipercepat melalui penggunaan sistem stick on wall berbahan UPVC sebagai pengganti metode plester dan aci pada sejumlah bangunan. Kementerian PU juga memastikan pasokan material dan peralatan konstruksi berjalan lancar agar pekerjaan selesai sesuai jadwal.
Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung telah mencapai progres 84,8 persen. Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan total luas bangunan 26.876,43 meter persegi dan nilai kontrak sebesar Rp264,7 miliar.
Baca juga : Aktivis 98 Kawal MBG Dan Sekolah Rakyat Demi Keadilan Sosial
Kawasan pendidikan itu akan dilengkapi gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, dapur, kantin, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya guna mendukung proses belajar mengajar yang berkualitas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.