BREAKING NEWS
 

Yusril Soal Maraknya Begal Dan Main Hakim Sendiri

Negara Wajib Hadir Berikan Rasa Aman

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : WIDIA SAPUTRA
Kamis, 30 Juli 2026 06:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra menyampaikan orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-37 Universitas Bangka Belitung (UBB) bertajuk “Generasi Muda dan Formulasi Talenta Produktif” di Gedung Balai Utama De Universitaria, Kampus UBB Balunijuk, Kabupaten Bangka, Rabu (29/7/2026). Foto: INSTAGRAM YUSRILIHZAMHD

RM.id  Rakyat Merdeka - Maraknya aksi main hakim sendiri di berbagai daerah menjadi alarm bagi negara untuk memperkuat pencegahan aksi kejahatan dan penegakan hukum.

Pemerintah mengingatkan, pembiaran terhadap tindakan tersebut tidak hanya menggerus kepercayaan masyarakat terhadap hukum, juga berpotensi menimbulkan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengatakan, meningkatnya kasus pencurian, perampokan, dan pembegalan di berbagai daerah harus segera direspons kepolisian.

Menurut dia, negara harus mampu menghadirkan rasa aman melalui langkah pencegahan dan penegakan hukum yang efektif, sehingga masyarakat tidak terdorong mengambil tindakan di luar koridor hukum.

Baca juga : Supaya Lancar Saat Verifikasi, KPU Minta Parpol Rutin Cek Pemutakhiran Data

“Jika negara gagal memberikan rasa aman dari tindak pencurian, perampokan, dan pembegalan, maka kecenderungan masyarakat untuk melakukan tindakan main hakim sendiri juga akan meningkat,” ujar Yusril di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Kekhawatiran terhadap maraknya aksi main hakim sendiri, lanjut Yusril, bukan tanpa alasan. Mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu menyoroti sejumlah kasus yang terjadi di Bali dan Morowali.

Adsense

Dalam peristiwa tersebut, terduga pelaku kejahatan meninggal dunia setelah menjadi sasaran amuk massa sebelum sempat menjalani proses hukum.

“Dalam peristiwa-peristiwa itu tidak tampak adanya pencegahan oleh aparat penegak hukum, sehingga massa leluasa memukuli korban hingga meninggal dunia. Tindakan pembiaran seperti ini apabila terus berlanjut, dapat berkembang menjadi pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Negara wajib hadir dan mencegah semua ini,” tegasnya.

Baca juga : Golkar Bali Dorong Kader Kembangkan Potensi Daerah

Yusril memastikan akan segera menggelar Rapat Koordinasi Gabungan (Rakorgab) dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) untuk menyinkronkan langkah penanganan pencurian, perampokan, dan pembegalan yang meresahkan masyarakat.

Penyebab kejahatan jalanan memang banyak dan beragam. Ada faktor psikologis, sosial, maupun ekonomi. Namun, upaya pencegahan, pengamanan, perlindungan masyarakat, dan penegakan hukum harus berjalan secara terstandar, terkoordinasi, dan terpadu.

Mantan Menteri Kehakiman dan HAM itu meyakini, kompleksitas penyebab kejahatan jalanan membuat penyelesaiannya tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum.

Karena itu, Yusril mengajak keterlibatan berbagai kementerian, lembaga, dan institusi negara agar penanganannya tidak hanya berfokus pada aspek penindakan, tetapi juga pencegahan serta perlindungan hak asasi manusia. SSL

Baca juga : BTN Siap Topang Laju Ekonomi Maluku Utara

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 30 Juli 2026 dengan judul "Yusril Soal Maraknya Begal & Main Hakim Sendiri Negara Wajib Hadir Berikan Rasa Aman"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense