BREAKING NEWS
 

Sentra Garam Rote Ndao Beroperasi September

Zulhas: Indonesia Tidak Perlu Lagi Impor Garam

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Sabtu, 1 Agustus 2026 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat meninjau pembangunan KSIGN di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (30/7/2026). Foto: Instagram swtrenggono

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao mulai beroperasi pada September 2026. Beroperasinya kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi garam nasional, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Kepastian itu disampaikan Zulhas saat meninjau pembangunan KSIGN di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (30/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Zulhas didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

Menurut Zulhas, Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan garam secara mandiri. Karena itu, Pemerintah membangun kawasan industri garam modern agar nilai tambah komoditas tersebut dapat dinikmati masyarakat Indonesia.

“Ini kita jaga bersama. Pemerintah Daerah, aparat, dan masyarakat harus saling mendukung. Memang ini aset negara, tetapi sejatinya aset rakyat. Kalau garam kita produksi sendiri, manfaat ekonominya tinggal di Indonesia dan dinikmati masyarakat,” ujar Zulhas.

Baca juga : Program Sekolah Rakyat Diperkuat Riset Dan Inovasi

Ketua Umum PAN ini menegaskan pembangunan KSIGN merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas strategis.

“Kalau terus impor, nilai ekonominya mengalir ke negara lain. Padahal kita memiliki potensi luar biasa. Sudah saatnya masyarakat pesisir menjadi pelaku utama yang menikmati kekayaan alam Indonesia,” tegasnya.

Adsense

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung tambak garam modern serta Gudang Garam Nasional berkapasitas 10.000 ton. Pemerintah memastikan seluruh pembangunan berjalan sesuai target, sehingga produksi garam dapat dimulai pada September mendatang.

Saat ini pembangunan KSIGN telah memasuki Tahap II dengan pengembangan lahan seluas 751,32 hektare. Bersama Tahap I, total kawasan yang dibangun mencapai 1.368,25 hektare. Ke depan, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan hingga 10.764 hektare melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta.

Baca juga : UEFA Boikot FIFA

KSIGN dirancang sebagai kawasan industri garam modern dan terintegrasi dengan target produktivitas mencapai 200 ton per hektare per tahun serta kualitas garam berkadar NaCl hingga 97 persen. Produksi tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan garam industri maupun konsumsi nasional.

Selain meningkatkan produksi, kawasan ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir. Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyiapkan pelatihan dan sertifikasi agar masyarakat memiliki keterampilan mengelola industri garam modern.

Salah seorang warga Rote Ndao, Nixon, mengaku optimistis pembangunan KSIGN akan membawa dampak besar bagi perekonomian daerah.

“Kami bersyukur karena Rote dipilih menjadi kawasan industri garam nasional. Anak-anak muda nanti tidak perlu jauh mencari pekerjaan. Kami ingin garam dari Rote bisa memenuhi kebutuhan Indonesia dan menjadi kebanggaan daerah kami,” ujarnya. KPJ

Baca juga : Gerindra Dukung BMKG, Perkuat Koordinasi Dan Mitigasi El Nino

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Sabtu, 1 Agustus 2026 dengan judul "Sentra Garam Rote Ndao Beroperasi September Zulhas: Indonesia Tidak Perlu Lagi Impor Garam"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense