RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperbaiki layanan kesehatan untuk masyarakat melalui modernisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Pemerintah bakal segera membangun dan merevitalisasi 414 RSUD di berbagai kota/kabupaten demi menghadirkan layanan kesehatan modern bagi masyarakat.
“Kita akan membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah. Setiap dari 514 kabupaten dan kota, kita harus memiliki rumah sakit yang canggih, yang bisa menyelamatkan rakyat secepat mungkin,” kata Presiden Prabowo, dalam Penyampaian RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Sebagai langkah awal, Pemerintah telah membangun 66 rumah sakit modern di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Di tiap rumah sakit tersebut telah tersedia berbagai alat untuk pemeriksaan jantung, CT scan, mamografi, hingga USG.
Baca juga : Prabowo Sampaikan Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR 2026
“Saya melaporkan dari 66 rumah sakit tersebut, 22 sudah operasional,” ucap Presiden.
Kepala Negara ingin tiap kabupaten/kota punya RSUD yang layak, sehingga warga tak perlu dirujuk ke rumah sakit yang jauh. Ratusan RSUD ini akan diperkuat untuk melayani penyakit-penyakit penyebab kematian tertinggi seperti kanker, stroke, jantung, dan ginjal.
“RSUD tersebut akan kita perkuat terutama untuk menangani penyakit-penyakit penyebab kematian tertinggi. Kanker, jantung, stroke, ginjal, serta untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak,” ujar Prabowo.
Baca juga : Sidang Tahunan MPR 2026, Prabowo Paparkan Kinerja Pemerintah
Ia menegaskan, tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh. “Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar,” tambahnya.
Bertalian dengan itu, Pemerintah tengah mencari solusi untuk mengatasi masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis. Menurut Prabowo, saat ini Indonesia masih kekurangan 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi, dan 55.712 dokter spesialis,
“Karena itu kita telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru, serta 170 program studi spesialis dan sub-spesialis baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit. Dan ini kita akan upayakan lebih banyak lagi,” katanya.
Baca juga : Prabowo Ajukan Kebijakan Dwi Kewarganegaraan bagi Talenta Istimewa Indonesia
Jika diperlukan, Pemerintah juga akan mengundang dokter asing untuk praktik di Indonesia dalam waktu terbatas. Ini demi mengisi sementara kekurangan dokter di Tanah Air.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.