Dark/Light Mode

Pemerintah Bangun 30 GW PLTS untuk Ganti 13 GW Pembangkit Diesel

Jumat, 14 Agustus 2026 18:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Bakom RI)
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akan memulai pembangunan 30 gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mengganti 13 GW Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), khususnya di pulau-pulau terpencil dan daerah pedesaan.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah untuk membangun 100 GW PLTS di seluruh Indonesia yang diharapkan rampung dalam beberapa tahun mendatang.

Baca juga : Tamsil Linrung: Indikator Ekonomi Positif Tunjukkan Harapan Dan Perbaikan Nyata

"Tahun ini kita akan bangun 30 Gigawatt Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan segera menghentikan 13 Gigawatt Pembangkit Listrik Tenaga Diesel," ujar Presiden Prabowo, dalam Penyampaian RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/8/2026).

Ia melanjutkan, terdapat beberapa alasan mengapa pembangkit diesel tersebut harus segera diganti dengan PLTS. Pertama, Indonesia disebutnya mendapat sinar matahari sepanjang tahun sehingga pasokan energinya dapat terjaga secara berkesinambungan. Kedua, ia menjelaskan bahwa pemanfaatan tenaga surya, terutama di wilayah terpencil, memiliki biaya operasional yang jauh lebih efisien daripada mengandalkan PLTD.

Baca juga : Ekonomi RI Moncer, Prabowo: Bantu Rakyat dan Jaga APBN Bisa Berjalan Bersama

"Kita mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sinar matahari yang hampir sepanjang tahun. Tidak masuk akal jika pulau-pulau kita yang terpencil, harus menunggu kapal membawa BBM solar untuk memperoleh listrik. Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien," jelas dia.

Prabowo menjelaskan, pembangunan PLTS juga dapat mendorong kemandirian energi di tingkat desa sehingga desa-desa tersebut tidak perlu lagi menggantungkan pasokan energi dari wilayah lain. Bahkan, masing-masing desa secara ideal seharusnya memiliki PLTS dengan kapasitas 1 megawatt (MW).

Baca juga : Presiden Apresiasi Kinerja Danantara, Transformasi BUMN Mulai Tunjukkan Hasil

Ia melanjutkan, penggunaan PLTS juga dapat berkontribusi positif terhadap penurunan biaya pokok produksi listrik. Berdasarkan perhitungan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, negara dapat menghemat Rp 73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik jika PLTS berkapasitas 100 GW telah terbangun.

"Dengan 100 Gigawatt, kebutuhan impor kita akan jauh berkurang dan kita bisa menghemat sangat banyak devisa," tutup Prabowo.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.