Sebelumnya
Membuka Jalan, Menjaga Kehidupan
Salah satu prioritas pertama Kementerian PU adalah membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor Gempa menyebabkan puluhan titik longsoran, patahan badan jalan, serta kerusakan pada jembatan dan plat duiker. Sejumlah ruas di sekitar Ruteng, Reo, Manggarai, Ende, Nagekeo, hingga jalur Wolowaru menuju Maumere mengalami gangguan.
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT segera mengerahkan excavator, loader, dan personel lapangan untuk membersihkan material tanah, batu, serta vegetasi yang menutup badan jalan. Hingga 16 Agustus 2026, sembilan ruas jalan nasional terdampak telah kembali fungsional.
Delapan ruas merupakan bagian dari jalur Trans Flores yang menghubungkan Labuan Bajo, Ende, dan Maumere. Satu ruas lainnya adalah Ruteng, Reo, dan Kedindi. Sebanyak 40 titik longsoran dan empat titik patahan badan jalan telah ditangani.
Tujuh excavator dan empat loader dimobilisasi ke berbagai lokasi. Lima titik jembatan dan plat duiker yang mengalami kerusakan juga masih dapat difungsikan dengan pengawasan dan penanganan lanjutan.
Baca juga : DoctorSHARE Salurkan Bantuan Medis Untuk Korban Gempa Flores
Pembukaan jalan bukan hanya persoalan mengembalikan lalu lintas kendaraan. Jalan yang terbuka menjadi jalur bagi ambulans, alat berat, tenaga kesehatan, makanan, air bersih, tenda, selimut, dan berbagai bantuan lain untuk mencapai masyarakat.
Jalan adalah urat nadi penanganan bencana. Ketika jalan terputus, bantuan ikut terhambat. Ketika akses kembali terbuka, harapan dapat bergerak menuju desa-desa terdampak.
Di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Kementerian PU juga mempercepat penanganan ruas Krica menuju Lidi. Ruas sepanjang sekitar 4,1 kilometer tersebut mengalami sedikitnya sepuluh titik longsor. Alat berat telah dimobilisasi dan tim gabungan mulai menembus titik-titik yang sebelumnya tertutup material. Pekerjaan masih terus dilanjutkan karena membuka jalan secara fungsional bukan berarti seluruh persoalan selesai.
Stabilitas lereng, kondisi jembatan, patahan badan jalan, serta potensi longsor susulan tetap harus diperiksa dan ditangani secara permanen.
Memastikan Air Tetap Mengalir
Baca juga : BRI Peduli Bangun 3 Posko Logistik & Dapur Umum, Direksi Terjun Langsung di NTT
Selain jalan, air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak dan warga di pengungsian. Gempa dan longsor menyebabkan gangguan pada sumber air, jaringan perpipaan, instalasi pengolahan, serta sistem distribusi.
Di sejumlah wilayah, longsoran masuk ke alur sungai dan membuat air baku menjadi keruh. Kementerian PU melalui balai bidang permukiman dan sumber daya air melakukan pemeriksaan terhadap instalasi pengolahan air, jaringan perpipaan, hidran umum, reservoir, sumur bor, serta sarana distribusi lainnya.
Di Kabupaten Ende, jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum IKK Nangaba yang mengalami kerusakan segera diperbaiki bersama PDAM. Pekerjaan dimulai pada 16 Agustus dan diselesaikan pada malam 17 Agustus 2026. Setelah perbaikan selesai, air kembali mengalir hingga ke sambungan rumah masyarakat.
Di Nagekeo, tiga mobil tangki air dan 16 hidran umum disiapkan untuk mendukung pelayanan masyarakat. Dua mobil tangki air dan satu truk tinja juga disiagakan di Kupang. Sepuluh personel tambahan diberangkatkan untuk memperkuat pemeriksaan dan penanganan sarana air minum di Maumere, Ende, dan Nagekeo.
Tenaga Fasilitator Lapangan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat turut dilibatkan. Mereka tidak hanya mendata kerusakan, tetapi juga membantu memperbaiki sarana yang masih memungkinkan untuk segera difungsikan.
Baca juga : Menkes: Yosef Harus Dioperasi, Agar Tak Cacat dan Bisa Main Bola Lagi
Perhatian khusus diberikan kepada Pulau Palue. Sekitar 7.000 penduduk di delapan desa membutuhkan kepastian pasokan air. Empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter telah dikirimkan. Sumur bor yang dibangun pada 2023 juga diperiksa, sementara survei geolistrik disiapkan untuk menemukan potensi sumber air tanah tambahan.
Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan air tidak hanya diarahkan pada kebutuhan hari ini. Pemerintah juga mulai memikirkan sumber air yang lebih berkelanjutan agar masyarakat Pulau Palue tidak terus bergantung pada bantuan darurat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.