Sebelumnya
Menjaga Bendungan, Irigasi, dan Sumber Air
Kementerian PU juga melakukan pemeriksaan terhadap bendungan dan infrastruktur sumber daya air di NTT. Pemeriksaan awal menunjukkan sejumlah bendungan berada dalam kondisi aman secara visual. Namun, pemantauan tetap dilanjutkan karena gempa susulan masih terjadi.
Pemeriksaan lanjutan diperlukan terhadap tubuh bendungan, bangunan pelimpah, rembesan, retakan, deformasi, serta kondisi lereng di sekitar tampungan. Kerusakan ditemukan pada Bendung dan jaringan Daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur.
Material longsor menutup sebagian saluran dan mengganggu aliran air. Kondisi tersebut harus segera ditangani karena irigasi berkaitan langsung dengan keberlanjutan pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.
Baca juga : DoctorSHARE Salurkan Bantuan Medis Untuk Korban Gempa Flores
Pemulihan irigasi bukan hanya pekerjaan teknis. Di dalamnya terdapat kepentingan petani, masa tanam, produksi pangan, dan penghidupan masyarakat yang harus dijaga setelah bencana.
Memastikan Bangunan Publik Aman
Gempa yang kuat dapat membuat bangunan terlihat masih berdiri, tetapi kehilangan sebagian kekuatan strukturnya. Karena itu, masyarakat tidak boleh diminta kembali menggunakan rumah sakit, sekolah, kantor pemerintah, atau rumah ibadah sebelum kondisi bangunan diperiksa.
Kementerian PU telah menambah personel untuk melakukan pemeriksaan terhadap bangunan layanan publik. Pemeriksaan awal diprioritaskan pada rumah sakit, kantor pemerintahan, fasilitas umum, dan rumah ibadah yang masih dibutuhkan selama masa tanggap darurat.
Baca juga : BRI Peduli Bangun 3 Posko Logistik & Dapur Umum, Direksi Terjun Langsung di NTT
Tim memulai pemeriksaan dari Labuan Bajo, termasuk Rumah Sakit Komodo, Kantor Bupati, dan fasilitas pelayanan publik lainnya. Pemeriksaan kemudian diperluas menuju Ruteng dan wilayah terdampak lainnya.
Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk menentukan apakah suatu bangunan masih aman digunakan, hanya dapat digunakan secara terbatas, memerlukan perkuatan, atau harus dikosongkan.
Dengan jumlah fasilitas publik terdampak yang sangat besar, Kementerian PU akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, pengelola aset, serta kementerian dan lembaga terkait. Keselamatan masyarakat tidak dapat dikompromikan.
Sanitasi Tidak Boleh Menjadi Krisis Kedua
Baca juga : Menkes: Yosef Harus Dioperasi, Agar Tak Cacat dan Bisa Main Bola Lagi
Hampir 60.000 orang berada di pengungsian dan tersebar di berbagai lokasi. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan besar terhadap toilet, air untuk kebersihan, penyedotan septic tank, pengangkutan sampah, serta perlindungan sumber air dari pencemaran.
Kementerian PU telah mulai memetakan kebutuhan sanitasi dan persampahan di titik-titik pengungsian. Identifikasi juga dilakukan terhadap Tempat Pemrosesan Akhir Warloka, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Warloka, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja, Instalasi Pengolahan Air Limbah, serta berbagai sarana pendukung lainnya.
Armada truk tinja dan sarana sanitasi perlu terus ditambah sesuai jumlah pengungsi dan persebaran lokasi. Sanitasi tidak boleh dipandang sebagai urusan tambahan. Jika tidak ditangani dengan cepat, persoalan sanitasi dapat berubah menjadi krisis kesehatan baru setelah gempa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.