BREAKING NEWS
 

Menhut Pantau Karhutla Kubu Raya, Pendinginan Dimasifkan

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 3 September 2026 20:13 WIB
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penurunan jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat belum membuat pemerintah mengendurkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bahkan turun langsung ke lokasi karhutla di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan maksimal.

Setibanya di Kalimantan Barat, Raja Juli langsung meninjau salah satu lokasi karhutla di Desa Kuala Dua, Kamis (3/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, ia melihat langsung proses pemadaman yang dilakukan Manggala Agni Kementerian Kehutanan.

Baca juga : Menhut Tegas Tangani Karhutla, Izin 5 Korporasi di Kalbar Dibekukan

Sebagian anggota Manggala Agni yang bertugas di lokasi merupakan personel yang diperbantukan atau di-BKO-kan sesuai perintah Menhut Raja Juli.

Raja Juli mengatakan, berdasarkan data hotspot Sistem Monitoring Karhutla (Sipongi) Kementerian Kehutanan, jumlah titik panas di Kalimantan Barat sebenarnya mengalami penurunan.

Pada 31 Agustus 2026 tercatat 272 hotspot. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 859 hotspot pada 1 September, sebelum kembali turun menjadi 268 hotspot pada hari berikutnya.

Adsense

Meski jumlah hotspot menurun, Raja Juli mengingatkan, kondisi tersebut tidak otomatis berarti persoalan asap telah selesai.

Baca juga : Hadapi Puncak Karhutla, PBPH Diminta Perkuat Kesiapsiagaan

Menurut dia, api yang sudah padam tidak lagi terbaca sebagai hotspot dalam sistem Sipongi. Namun, asap dari kebakaran masih dapat bertahan di udara.

“Api padam tidak terbaca sebagai hotspot di Sipongi, namun itu tidak berarti bahwa tidak ada asap. Teman-teman sendiri lihat sendiri, tidak lagi ada hotspot di sini tapi ini asapnya terus eksis,” kata Raja Juli saat meninjau lokasi karhutla.

Raja Juli mengatakan, kondisi tersebut juga terlihat dari kualitas udara di Pontianak yang masih diselimuti asap.

Karena itu, selain memastikan jumlah hotspot turun, penanganan di lapangan harus diikuti dengan proses pendinginan secara masif.

Baca juga : Riau Zero Hotspot, Kemenhut Terus Perkuat Pengendalian Karhutla Kalimantan

“Oleh karena itu hari ini teman-teman Manggala Agni, Kemenhut, TNI-Polri, BPBD semua ya, sedang berjibaku untuk memastikan supaya tadi hotspot-nya bisa turun. Namun saat bersamaan harus ada gerakan yang masif untuk melakukan pendinginan. Ini sekarang nih lagi dilakukan pendinginan,” jelas Raja Juli.

Menhut Raja Juli menyatakan, perkembangan jumlah hotspot dan jarak pandang akan kembali dipantau.

Ia menegaskan kondisi Kalimantan Barat masih membutuhkan perhatian serius meski angka hotspot mengalami penurunan.

“Malam nanti akan kita pantau kembali ya jumlah hotspot maupun visibility-nya ya. Namun saya ingin mengatakan bahwa kondisi Kalbar sedang tidak baik-baik saja. Angka, sekali lagi angkanya menurun, angka hotspot-nya menurun ketimbang hari lalu, tapi asapnya hari ini sangat, sangat, sangat tidak baik,” tegas Raja Juli.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense