RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming terus mengawal pemulihan kehidupan warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut). Hampir setahun setelah bencana melanda, ada sejumlah warga yang masih tinggal di hunian sementara. Sebagian lainnya telah menempati hunian tetap atau rumah baru. Namun, ketersediaan fasilitas dasar hingga pemulihan mata pencaharian masih butuh perhatian Pemerintah.
Kepada warga, Gibran menegaskan, pemulihan pascabencana akan dilakukan menyeluruh. Selain pembangunan hunian, Pemerintah juga berupaya membantu warga kembali bekerja, memastikan anak-anak dapat bersekolah, serta menggerakkan kembali kehidupan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gibran saat berkeliling meninjau hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) di sejumlah wilayah Sumut, Jumat (4/9/2026). Ada empat lokasi hunian yang dikunjungi. Yakni Huntap Aek Parombunan di Kota Sibolga, Huntap Desa Hapesong Baru dan Huntara Desa Napa di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), serta Hunian Tetap Asrama Haji di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Gibran didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, serta Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumbantobing.
Di setiap lokasi, Gibran yang mengenakan kemeja lengan panjang warna hitam mendapat sambutan meriah. Warga antusias bersalaman dan berfoto.
Saat meninjau Huntara Desa Napa, Gibran mendengarkan langsung keluhan warga. Dalam perbincangan dengannya, warga berharap pembangunan huntap dapat segera direalisasikan agar mereka tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara.
Baca juga : Pemda Diminta Gaspol Bedah Rumah Warga
Menanggapi aspirasi tersebut, Gibran menyampaikan permohonan maaf. Mantan Wali Kota Solo itu memastikan pembangunan huntap bagi warga yang masih menunggu akan dimulai bulan ini.
“Saya pastikan, Pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya mempercepat pembangunan (huntap), sehingga semua dapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman,” ujarnya.
Menurut Gibran, pemulihan hunian tidak berhenti pada pembangunan rumah. Pemerintah juga harus memastikan warga tinggal dengan aman, didukung fasilitas dasar yang memadai, serta dapat kembali menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi.
Hal yang sama disampaikan Gibran saat mengunjungi Huntap Asrama Haji Pinangsori, Tapteng. Dia memastikan hunian yang ditempati warga terdampak didukung fasilitas dasar yang memadai agar warga dapat kembali menjalankan kehidupan dengan baik.
“Setelah rumah dan infrastruktur dibangun, tugas kita berikutnya memastikan masyarakat kembali produktif. Anak-anak bisa sekolah, orang tua bisa bekerja dan kegiatan ekonomi masyarakat kembali bergerak,” tegas Wapres.
Gibran juga meminta kepala daerah menindaklanjuti setiap keluhan dan kendala warga selama masa pemulihan.
Baca juga : Pidato Di HUT Ke-25 Demokrat, AHY Ingatkan Kekuasaan Adalah Amanat Rakyat
“Pemerintah Pusat dan Daerah akan berkolaborasi untuk mencari solusi,” pungkasnya.
Tak hanya menemui warga di sejumlah hunian, Gibran juga meninjau pembangunan Sabo Dam Hutanabolon di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Jembatan Garoga 2 di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dia meminta pembangunan kedua infrastruktur tersebut diselesaikan tepat waktu dengan tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan konstruksi. Sabo Dam berperan mengendalikan aliran material dan mengurangi risiko bencana, sedangkan Jembatan Garoga 2 dibutuhkan untuk memulihkan konektivitas dan mobilitas masyarakat.
“Pemulihan tidak boleh hanya memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Infrastruktur yang dibangun harus membuat masyarakat lebih terlindungi menghadapi risiko bencana berikutnya,” katanya.
Dalam peninjauan di Sabo Dam Hutanabolon, Gibran melihat langsung perkembangan pembangunan infrastruktur pengendali aliran material di Sungai Tukka. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), progres fisik pembangunan telah mencapai 26 persen dari target awal 29 persen.
Sementara, pembangunan Jembatan Garoga 2 merupakan bagian dari penanganan mendesak pada koridor Sibolga-Batanggoru-Padang Sidempuan sepanjang 65 kilometer. Hingga saat ini, progres fisik paket pekerjaan tersebut mencapai 44,93 persen dengan target penyelesaian pada 31 Desember 2026.
Baca juga : Kinerjanya Dinilai Buruk, 5 Parpol Kompak Ancam Makzulkan Bupati Tapteng
Menurutnya, Jembatan Garoga 2 menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat untuk menunjang mobilitas, aktivitas ekonomi, dan pelayanan sehari-hari.
“Terbukanya kembali akses sangat penting bagi masyarakat. Tapi pekerjaan tidak boleh berhenti pada jembatan. Penanganan sungainya juga harus kita tuntaskan agar masyarakat lebih terlindungi,” tutur Wapres. BCG
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Senin, 7 September 2026 dengan judul "Kawal Pemulihan Pascabencana Sumut Wapres Pastikan Warga Bisa Hidup Produktif Lagi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.