BREAKING NEWS
 

Pesawat Wajib Dicek, Menhub Dudy: Pastikan Tak Ada Abu Vulkanik di Mesin

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 7 September 2026 06:38 WIB
Menhub RI Dudy Purwagandhi (Foto: dok. Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi menegaskan, pesawat yang akan kembali beroperasi setelah bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dinyatakan aman dan dibuka, wajib menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan tidak ada abu vulkanik yang menempel atau masuk ke bagian mesin. Sehingga, penerbangan dapat kembali berlangsung dengan aman. 

Adsense

Baca juga : Penutupan 8 Bandara Diperpanjang, Menhub: Keselamatan Prioritas Utama

"Kalau misalnya (bandara) sudah buka, mereka harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum beroperasi, untuk memastikan tidak ada debu di mesin," kata Dudy di Jakarta, Minggu (6/9/2026) malam.

Bahaya Abu Vulkanik Terhadap Mesin Pesawat 

Pakar Gempa sekaligus Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengatakan, abu vulkanik sangat berbahaya bagi penerbangan karena mengandung fragmentasi kaca silika (SiO2) dan mineral mikroskopis tajam yang bersifat abrasif. Sehingga, dapat mengikis kaca kokpit, merusak sensor kecepatan udara, serta memicu gangguan listrik statis pada navigasi.

Baca juga : Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, UI Terapkan PJJ dan WFH 7-8 September 2026

"Bahaya paling fatal terjadi ketika abu terhisap ke dalam mesin jet. Suhu ruang bakar yang mencapai 1.400 derajat C akan melelehkan partikel silika tersebut, hingga menjadi cairan kaca yang kemudian mendingin dan membeku di bilah turbin, menyumbat aliran udara, dan menyebabkan kegagalan mesin mendadak (flameout) di udara," bebernya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense