BREAKING NEWS
 

8 Fakta Karhutla Terkini: Hotspot Turun 288 Titik, Sumsel Tertinggi

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 8 September 2026 15:03 WIB
Ilustrasi pemadaman hutan (Foto: Kemenhut)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional menunjukkan penurunan signifikan pada 7 September 2026.

Berdasarkan pemantauan SiPongi (Sistem Informasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan) yang dikelola Kemenhut, hotspot karhutla dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional turun signifikan dari 674 menjadi 386 titik pada 7 September 2026.

Berikut laporan hotspot SiPongi per 7 September 2026:

1. Hotspot Nasional Turun 288 Titik

Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan, terdeteksi 386 hotspot high confidence, turun 288 titik dibandingkan 674 titik pada 6 September 2026.

2. 6 Provinsi Prioritas Catat 183 Hotspot

Berikut sebaran 183 hotspot high confidence di enam provinsi prioritas, berdasarkan data SiPongi yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 pada Senin, 7 September 2026 pukul 21.20 WIB:

3. Hotspot Kalteng & Kalbar Turun

Penurunan hotspot yang cukup tajam terpantau di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Hotspot high confidence di Kalimantan Tengah berkurang 197 titik dalam satu hari, sementara Kalimantan Barat berkurang 107 titik.

Baca juga : Update Karhutla: 734 Hektar Masih Terbakar, 8 Korporasi Digarap Polisi

Penurunan juga terjadi di Jambi dan Kalimantan Selatan. Perkembangan tersebut berkontribusi pada turunnya jumlah hotspot secara nasional.

4. Hotspot Sumsel Tertinggi 

Sumatera Selatan mencatat 88 hotspot high confidence, tertinggi di antara enam provinsi prioritas pada pemantauan terakhir.

Kondisi tersebut menjadi dasar penguatan perhatian dan operasi lapangan di Sumatera Selatan, tanpa mengurangi kewaspadaan di provinsi prioritas lainnya.

5. Pemerintah Kerahkan 53 Unit Armada Udara

Selain operasi darat yang melibatkan TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak lainnya, pemerintah mengerahkan 53 unit armada udara untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi prioritas: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). 34 armada lainnya digunakan untuk operasi water bombing.

Adsense

Pengerahan operasi udara disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kebutuhan di lapangan.

6. Operasi Modifikasi Cuaca Terus Berjalan

Baca juga : Antara Debu Dan Asap

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus diupayakan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kondisi meteorologis, untuk mendukung pembasahan lahan dan pengendalian karhutla.

7. Kualitas Udara Di Sejumlah Wilayah Tidak Sehat 

Selain perkembangan hotspot dan kondisi api, pemerintah terus memantau kualitas udara. Berdasarkan pemantauan PM2,5 (partikel halus berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang dapat terhirup hingga ke dalam paru-paru), kondisi kualitas udara di Indonesia masih bervariasi.

Sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, sementara mayoritas wilayah lainnya berada pada kategori baik hingga sedang.

8. Asap Masih Ganggu Jarak Pandang

Pemantauan meteorologi penerbangan BMKG pada Selasa (8/9/2026) pagi menunjukkan asap masih mempengaruhi jarak pandang di beberapa wilayah prioritas.

Kondisi yang terpantau antara lain:

Kondisi di Palembang menjadi perhatian sejalan dengan peningkatan hotspot high confidence di Sumatera Selatan. BMKG pada pukul 08.00 WIB mencatat jarak pandang sekitar 3,3 kilometer dengan kondisi berasap. Sementara di Kalimantan Barat, jarak pandang di Pontianak tercatat sekitar 1,7 kilometer dengan kondisi berasap.

Baca juga : Karhutla Belum Padam Total, BNPB Siaga Hingga Musim Hujan Datang

Jarak pandang dapat berubah mengikuti konsentrasi asap, aktivitas kebakaran, arah dan kecepatan angin, kelembapan, curah hujan, serta dinamika atmosfer.

Karena itu, hotspot, kondisi api, kualitas udara, sebaran asap, cuaca, curah hujan, dan jarak pandang terus dipantau secara terpadu sebagai dasar menentukan prioritas pengerahan personel dan operasi.

Kemenhut mengimbau masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat di wilayah terdampak asap juga diminta terus mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, cuaca, dan jarak pandang serta menyesuaikan aktivitas apabila kondisi lingkungan memburuk.

Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran diminta segera melapor agar dapat ditindaklanjuti petugas sedini mungkin melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense