BREAKING NEWS
 

Pemulihan Pendidikan di NTT, 187 Bantuan Revitalisasi dan 672 RKS Mulai Berjalan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 15 September 2026 12:49 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat mengunjungi para siswa terdampak gempa NTT. (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemulihan layanan pendidikan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan perkembangan positif. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus melakukan percepatan dengan mulai menyalurkan bantuan revitalisasi tahap pertama bagi satuan pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana serta dengan membangun Ruang Kelas Sementara (RKS).

Bantuan revitalisasi sekolah mulai diberikan secara bertahap kepada 187 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp 50 miliar. Revitalisasi ini mencakup 140 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan nilai Rp 500 juta, 5 Sekolah Luar Biasa (SLB) senilai Rp 6,45 miliar, 2 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dengan total Rp1 miliar, serta 39 SMK dengan nilai Rp 42,2 miliar. Sementara itu, untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, proses verifikasi dan validasi telah dilakukan dan saat ini masih dalam tahap penghitungan kebutuhan.

Selain bantuan revitalisasi, Kemendikdasmen juga melakukan percepatan pemulihan dengan menyalurkan bantuan RKS sebanyak 672 unit dengan total anggaran Rp 3,5 miliar. Bantuan RKS ini menjangkau 194 RKS PAUD, 12 RKS SLB, dan 372 RKS SMK dengan nilai Rp 4 juta per RKS, serta 65 RKS SMP dan 29 RKS SMA dengan nilai Rp15 juta per RKS.

Kemendikdasmen mencatat, sebanyak 2.447 satuan pendidikan telah melakukan kembali proses pembelajaran. Dari jumlah tersebut, 487 di antaranya kembali menyelenggarakan secara normal di ruang kelas, dan 1.960 satuan pendidikan lainnya menyelenggarakan pembelajaran dalam berbagai moda darurat, baik di tenda, ruang terbuka, maupun ruang kelas darurat.

Baca juga : Gandeng Iluni FKUI, APP Group Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Flores

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan, kabar baik tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang bergotong royong membantu agar layanan pendidikan di NTT dapat bangkit dan pulih seperti sediakala.

“Kemendikdasmen terus berkomitmen mendukung proses pemulihan layanan pendidikan di NTT agar kegiatan pembelajaran kembali berlangsung secara optimal dan seluruh murid tetap memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, serta meraih cita-cita,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (15/9/2026).

Adsense

Pendampingan Psikososial

Selain penyaluran bantuan revitalisasi dan pembangunan RKS, Kemendikdasmen turut memberikan pendampingan psikososial kepada 75 sekolah melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melaksanakan pelatihan bagi 120 fasilitator nasional dan 1.700 fasilitator daerah yang nantinya akan mendukung pendampingan bagi sekitar 51 ribu pendidik dan tenaga kependidikan di tujuh kabupaten terdampak.

Baca juga : SMPN 16 Medan Bangkit Pascabanjir, Guru-Murid Kembali Belajar Tanpa Khawatir

“Langkah ini dilakukan untuk kembali membangun mental dan semangat para warga sekolah agar proses pembelajaran kembali pada situasi normal,” tutur Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen Saryadi.

Kemendikdasmen juga telah mendistribusikan tenda kelas darurat dengan total nilai Rp 5,5 miliar. Bantuan tenda tersebut telah tersebar dan didistribusikan seluruhnya ke Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Ende.

Selain itu, bantuan awal senilai Rp 6 miliar juga telah disalurkan ke tujuh kabupaten terdampak. Bantuan tersebut meliputi 10.000 paket makanan anak, 1.000 paket sembako, 5.500 school kit, 1.500 family kit, serta 10.000 buku bacaan.

“Kami turut mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah di NTT yang telah menerbitkan surat edaran maupun keputusan terkait penyelenggaraan pendidikan pascabencana. Kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana,” ujarnya.

Baca juga : BAZNAS Dan BCA Syariah Dirikan Dapur Umum Untuk Penyintas Gempa NTT

Kepada keluarga warga sekolah yang kehilangan anggota keluarga maupun mengalami luka akibat gempa, Kemendikdasmen telah menyalurkan santunan dengan total Rp 330 juta, yang terdiri Rp 5 juta bagi setiap peserta didik yang meninggal dunia, Rp 10 juta bagi guru yang meninggal dunia, Rp 2 juta bagi guru yang mengalami luka, serta Rp 1 juta bagi peserta didik yang mengalami luka.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, untuk terus bergotong royong memastikan hak pendidikan anak-anak NTT tetap terpenuhi, sekalipun dalam kondisi darurat,” tutup Saryadi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense